Suku Bunga Bakal Naik 1-2 Persen
Rabu, 31 Agu 2005 15:38 WIB
Jakarta - Menyusul kebijakan BI menaikkan BI rate, perbankan nasional merasa perlu mengeluarkan jurus-jurus ampuhnya. Salah satu jurusnya adalah dengan menaikkan suku bunga kredit pada kisaran 1-2 persen dari suku bunga yang berlaku saat ini. "Tetapi kenaikan suku bunga sesuatu yang biasa dan bisa diterima oleh pasar. Jadi kita tidak perlu khawatir," kata Ketua Perbanas Agus Martowardojo di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (31/8/2005).Agus menjamin dapat mengendalikan kenaikan suku bunga walaupun tidak dalam jangka waktu dekat. "Kita tahu tidak ada rencana baik dari pemerintah maupun Bank Indonesia yang akan menerapkan tingkat bunga seperti dulu tahun 1997," katanya. Saat ini rata-rata suku bunga kredit yang diterapkan perbankan mencapai 15-16 persen. Kenaikan suku bunga ini juga tidak akan berpengaruh banyak pada ekspansi kredit Bank Mandiri. Sementara Wakil Direktur BNI Gatot M Suwondo mengatakan, target ekspansi kredit BNI pada tahun 2005 sebesar Rp 71 triliun diperkirakan sulit tercapai. "Posisi akhir pada Juni baru Rp 61 triliun," katanya.Mengenai pengaruh kenaikan suku bunga terhadap jumlah kredit yang disalurkan, Gatot mengaku belum bisa memastikannya. "Kalau sampai akhir tahun, karena waktunya tinggal beberapa bulan lagi, belum lagi lebaran, mungkin tidak begitu banyak penyerapan kreditnya," kata Gatot. Penyerapan kredit hanya akan bertambah dari industri-industri perdagangan yang berkaitan dengan lebaran, misalnya pakaian, makanan, mereka kan perlu modal.Rencananya, baik Bank Mandiri maupun BNI akan melakukan review melalui asset liability committee (ALCO) untuk mengkaji kebijakan BI.
(qom/)











































