S&P Ancam Review Outlook RI

Jika Pemerintah Lamban

S&P Ancam Review Outlook RI

- detikFinance
Rabu, 31 Agu 2005 17:11 WIB
Jakarta - Lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P) mengancam akan me-review outlook peringkat utang Indonesia yang saat ini positif. Hal itu akan dilakukan jika pemerintah Indonesia tidak mengeluarkan kebijakan yang kredibel untuk mengatasi tingginya harga minyak dan anjloknya rupiah."Jika kurangnya respons kebijakan yang komperehensif dan tepat waktu ini berlangsung terus menerus akan mengakibatkan tekanan terhadap nilai tukar akan berlanjut. Hal itu akan berpotensi pada ketidakseimbangan fiskal dan eksternal yang lebih serius," kata analis dari S&P Agost Benard seperti dilansir Reuters, Rabu (31/8/2005).Kalangan pasar kini tengah menantikan kebijakan yang akan dikeluarkan pemerintah untuk mengatasi tingginya harga minyak dan anjloknya rupiah. Nilai tukar rupiah hari ini berhasil diredam di level Rp 10.250 per dolar AS, setelah sempat bergejolak hingga level Rp 10.700 per dolar AS. Sementara untuk memperkuat cadangan devisa, Bank of Japan dan Bank Indonesia pada hari ini telah menandatangani Perjanjian Swap Bilateral (Bilateral Swap Arrangement/BSA) kedua. Perjanjian tersebut dalam kerangka Chiang Mai Initiative CMI tahap ke-2. Melalui perjanjian BSA, Indonesia dapat mengajukan pinjaman jangka pendek kepada Jepang melalui mekanisme swap mata uang rupiah terhadap dolar AS maksimum sebesar 6 miliar dolar AS. Fasilitas swap tersebut akan ditarik apabila Indonesia mengalami kesulitan likuiditas jangka pendek.Perjanjian BSA pertama antara Indonesia dan Jepang ditandatangani pada Februari 2003, dengan fasilitas swap US$ 3 miliar. Perjanjian BSA ke-2 oleh kedua negara dilakukan agar dapat merefleksikan hasil kesepakatan para menteri keuangan negara-negara ASEAN, Jepang, Cina, dan Korea Selatan (ASEAN+3). (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads