Direksi BNI Tak Hadiri Rapat, DPR Merasa Dilecehkan

Direksi BNI Tak Hadiri Rapat, DPR Merasa Dilecehkan

- detikFinance
Kamis, 01 Sep 2005 12:18 WIB
Jakarta - Direksi BNI absen hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI yang sedianya dimaksudkan untuk mempertemukan dengan direksi BTN terkait rencana akuisi. Anggota DPR pun meradang karena merasa dilecehkan. "Dirut BNI tidak hadir itu adalah pelecehan kepada kita. Jika dirut tidak datang, mungkin wakilnya bisa datang. Saya kira ini penakut," kata anggota Komisi VI DPR RI Lili Asjudiredja di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/9/2005).Direksi BNI sendiri tidak diketahui persis alasannya tidak memenuhi undangan DPR. Sementara jajaran direksi BTN terlihat lengkap plus anggota serikat pekerjanya. Meski minus direksi BNI, namun RDP tetap berjalan dipimpin Ketua Komisi VI Irmadi Lubis.Dalam kesempatan RDP tersebut, mayoritas anggota DPR menolak rencana merger atau pun akuisisi BTN oleh konsorsium BNI.Saking gemesnya, anggota Komisi VI dari FPAN Didik J Rachbini bahkan membuat pantun untuk menolak rencana merger tersebut. "Jalan-jalan ke Kota Jember, makan bakso bakso urat. Bank BTN jangan dimerger karena berguna untuk rakyat," ujar Didik disambut tepuk tangan jajaran BTN.Menurut Didik, negara ini sudah gagal dalam soal perumahan karena banyak rakyat yang kebutuhan akan rumahnya belum terpenuhi. Sementara Dirut Kodradi mengatakan, pemerintah dinilai tidak perlu melakukan merger atau akuisisi BTN. BTN sebaiknya tetap diteruskan sebagai bank fokus, sesuai dengan Arsitektur Perbankan Indonesia (API). (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads