Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 12 Des 2018 18:27 WIB

Apa Sih Susahnya Berantas Fintech Abal-abal?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Istimewa Ilustrasi/Foto: Istimewa
Jakarta - Pengaduan terkait layanan financial technology (fintech) kredit online mencapai 1.330 di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Paling banyak yang dilaporkan adalah fintech ilegal alias abal-abal dan tidak punya izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berbagai cara sudah dilakukan OJK dan Satuan Tugas Waspada Investasi untuk memberantas fintech ilegal ini. Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menjelaskan pihaknya sudah berdiskusi dengan Google untuk memblokir aplikasi yang ada di Playstore.

"Kami sudah diskusi dengan Google, agar aplikasi (fintech abal-abal) ini tidak muncul di Playstore. Mereka bilang ini akan sulit, karena open source siapa saja bisa memasang di sana. Bisa saja si fintech ini memasang kategori lain untuk mengelabui," kata Tongam dalam konferensi pers di Gedung OJK, Jakarta, Rabu (12/12/2018).


Dia menyampaikan, biasanya fintech ilegal itu memasang kategori pendidikan, amal sampai permainan. Dengan demikian, yang akan dilakukan Satgas Waspada Investasi dan OJK adalah gencar melakukan edukasi kepada masyarakat.

"Jadi tugas kita ini memang harus mengedukasi, masyarakat jangan masuk ke fintech ilegal itu, jangan digunakan. Karena kalau tidak ada pengguna, mereka akan mati sendiri. Tapi kita juga mengupayakan untuk rutin memeriksa aplikasi di Playstore untuk diajukan pemblokiran," jelas dia.


Tongam menyampaikan, masyarakat harus lebih aktif untuk mengetahui status fintech yang akan digunakan. Bisa menghubungi layanan call center OJK di nomor 157. Hal ini agar masyarakat tidak terjebak dengan fintech ilegal tersebut.

Pasalnya, ketika masyarakat melakukan perjanjian dengan perusahaan maka sudah terikat dan harus menyelesaikan kewajiban seperti pembayaran cicilan, bunga hingga denda keterlambatan pembayaran.


Tonton juga 'Ini Sederet Polemik Fintech Tanah Air':

[Gambas:Video 20detik]

Apa Sih Susahnya Berantas Fintech Abal-abal?

(kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com