Pasar Saham AS Menanti 'Kado Natal' dari The Fed

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 15 Des 2018 18:46 WIB
Foto: Reuters
Jakarta - Pelaku pasar di Amerika Serikat (AS) mengharapkan bisa mendapatkan kado Natal dari bank sentral AS, The Federal Reserve. Mereka mengharapkan ada sedikit keceriaan jika tahun depan The Fed bisa menahan laju kenaikan bunga acuannya.

Mengutip Reuters, Sabtu (15/12/2018), bursa saham AS saat ini sedang mengalami kinerja terburuk selama 16 tahun terakhir. Ini tercermin dari indeks S & 500 yang terkoreksi hingga 5%. Kemudian aksi jual besar-besaran terjadi akibat dampak bunga acuan. Selain itu, ekspektasi kenaikan bunga akhir tahun ini juga turut mempengaruhi.

Senior Vice President BB & T Wealth Management Birmingham, Bucky Hellwig menjelaskan selama ini investor selalu mempertanyakan apakah kenaikan ini menjadi yang terakhir.

"Pernyataan Fed yang dovish sangat penting. Karena jika tidak, ini akan berisiko untuk saham ke depannya," kata Hellwig dikutip dari reuters, Sabtu (15/12/2018). Menurut Hellwig, langkah The Fed Desember ini merupakan kunci untuk membaca arah kebijakan ke depannya.



Senior Vice President Wedbush Securities Stephen Massocca menjelaskan saat ini pasar berada di bawah tekanan yang tinggi. Menurut dia pasar di AS sangat sensitif dengan clue yang diberikan oleh Fed sebelum rapat penentuan suku bunga.

Dia menyebut, bank sentral yang sudah menaikkan bunga selama 8 kali sejak Desember 2015 diharapkan bisa sedikit mengerem suku bunga. "Pasar di bawah tekanan yang luar biasa," imbuh dia.

Bulan lalu, chairman The Fed Jerome Powell mengungkapkan suku bunga merupakan kebijakan yang netral. Karena tidak merangsang ataupun menghambat pertumbuhan ekonomi.

Namun sesuai prediksi Fed masih akan menaikkan bunga acuan sebanyak 3 kali selama 2019. Hal ini disebut akan memperburuk keadaan karena tak diimbangi dengan laporan tenaga kerja dan inflasi yang baik. Selain itu perang dagang antara AS dan China juga masih berlangsung. Saat ini bunga acuan AS berada di kisaran 2% hingga 2,5%.

(kil/eds)