Bursa Berjangka Jakarta Bantah Jadi Pemicu Pelemahan Rupiah

Bursa Berjangka Jakarta Bantah Jadi Pemicu Pelemahan Rupiah

- detikFinance
Senin, 05 Sep 2005 18:55 WIB
Jakarta - Perdagangan valuta asing (valas) di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) diyakini bukan menjadi pemicu guncangan nilai tukar rupiah akhir-akhir ini. Perdagangan valas di BBJ justru bisa membuat rupiah makin stabil."Kalau dilakukan secara terorganisir, perdagangan berjangka dampaknya akan lebih menstabilkan mata uang," Kata Dirut BBJ Hasan Zein Mahmud saat konferensi pers yang diadakan Aliansi Komunitas Pasar Keuangan di BBJ, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Senin (5/9/2005).Pernyataan Hasan Zein itu menepis tudingan anggota Komisi XI DPR RI, Drajad Wibowo yang mengatakan perdagangan valuta asing di BBJ akan membuat kondisirupiah semakin labil. Menurut Hasan Zein, pernyataan tersebut merupakan ceminan sedikitnya pengetahuan tentang BBJ.Hasan menjelaskan, perdagangan berjangka akan memberikan pedoman (road map) bagi pelaku pasar mengenai kondisi pasar kedepan. Pedoman ini akan memberikan gambaran bagi pelaku pasar untuk memiliki ekspektasi lebih jelas dan mencegah pelaku pasar menumpuk persediaan baik barang maupun mata uang untuk menghadapi kondisi yang tidak pasti. "Kalau memiliki road map, dunia bisnis tidak akan menumpuk persediaan. Indofood misalnya tidak akan menumpuk cabai," kata Hasan.Hasan juga menyatakan, kehadiran spekulan merupakan hal yang lumrah dalam pasar. Menurutnya ketidakmampuan pemerintah dalam mengatasi spekulan merupakan akibat dari banyaknya peraturan yang tidak tegas."Kalau peraturannya tidak polesan, spekulan juga akan takut. Tapi seperti saya bilang, spekulan justru yang menggerakkan pasar. BBJ ini kan cuma bisa dibilang pucuk-pucuknya gunung es spekulan, cuma spekulan yang kelihatan saja," tegas mantan Dirut BEJ ini.Hasan mengakui, volume transaksi valas di BBJ dari periode Juli ke Agustus dan Agustus ke September terjadi kenaikan volume. "Saya tidak ingat datanya, mungkin pekan depan akan dirilis," ujarnya. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads