'Rush' Reksa Dana di BNI Securities, Nasabah Ngamuk
Selasa, 06 Sep 2005 17:41 WIB
Jakarta - BNI Securities tengah dilanda 'rush' yang berupa redemption besar-besaran reksa dana kelolaannya. Puluhan nasabah reksa dana BNI Securities 'mengamuk' karena nilai aktiva bersih (NAB)-nya terus merosot.Puluhan nasabah yang kecewa ini mendatangi kantor BNI Securities di Wisma BNI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, sejak Selasa (6/9/2005) pagi. Namun para nasabah yang bertahan hingga sore hari itu terpaksa gigit jari karena tidak berhasil menemui pada direksi BNI Securities. "Dari hari kamis (1/9/2005), NAB masih sekitar 1.500-an. Tapi hari Senin NAB sudah turun 200 menjadi 1.300. Ini ada apa? Kita minta penjelasan," kata Adit, salah seorang nasabah yang ditemui di kantor BNI Securities.Adit juga menyesalkan tidak profesionalnya manajemen BNI Securities karena nasabah tidak diberikan prospektus sejak awal. "Ini saja sudah tidak beres. Tapi kita percaya karena di formulirnya ada perjanjian keamanan," ujar karyawan salah satu bank swasta nasional ini. BNI Securities saat ini mengelola reksa dana syariah, reksa dana berbunga dua dan reksa dana plus.Adit mengaku menginvestasikan dananya di reksa dana kelolaan BNI Securities karena ada jaminan dananya tidak akan berkurang. Tak kurang Rp 150 juta diinvestasikan Adit di reksa dana ini sejak tahun lalu. Namun seiring merosotnya NAB, dana yang diinvestasikan itu diperkirakan hanya tinggal Rp 120-an juta.Nasabah wanita lain yang ditemui juga mengaku kesal atas tidak profesionalnya BNI Securities. Wanita yang menolak disebut namanya ini mengaku sudah menginvestasikan dananya di reksa dana syariah kelolaan BNI Securities hingga Rp 3,5 miliar sejak akhir Maret 2005."Ini gimana, katanya dijamin, ternyata tidak," teriak wanita itu dengan histeris.Kantor BNI Securities itu sendiri terlihat sangat gaduh. Para petugas marketing tidak terlihat. Hanya satu fund manager BNI Securities yakni Agus B. Yanuar ditemani sejumlah petugas keamanan.Para nasabah berteriak-teriak minta bertemu dengan direksi BNI Securities. Mereka juga mengancam akan membawa masalah ini ke pengadilan. Rencananya, para nasabah akan minta opsi lain agar uang investasi ini dialihkan ke deposito BNI. "Yang penting uangnya tidak berkurang," tegas Adit.Adit menambahkan, dirinya panik karena sebelumnya pihak marketing dari BNI Securities justru meminta mereka untuk melakukan redemption. Mereka menyesalkan kenapa pihak BNI Securities tidak memberitahu nasabah ketika NAB baru turun sedikit dan tidak memberikan fasilitas perlindungan batas bawah. Nasabah meminta, daripada redemption, sebaiknya BNI Securities memberi perlindungan terhadap investasinya entah dalam bentuk apa, yang penting modal awal tidak berkurang. "Kami juga menyarankan uang itu di-freeze saja di sini," ujar Adit. Nasabah lainnya, Lili Yuniati, yang sudah menjadi nasabah di BNI Securities selama empat tahun mengaku dirinya sudah berusaha menghubungi marketing sejak tahu NAB-nya turun. Namun Lili mengaku marketing itu tidak bisa memberi solusi apa pun dengan alasan online. Para nasabah bertekad kembali ke kantor BNI Securities untuk meminta kejelasan nasib investasinya esok hari. Sementara fund manager BNI securities Agus B. Yanuar mengatakan, jika dilakukan redemption, sudah pasti modal awalnya akan berkurang. Rata-rata nasabah tergerus modalnya sebesar 20 persen.
(qom/)











































