Hindari Kerugian, Investor Reksa Dana Diimbau Tak Panik

Hindari Kerugian, Investor Reksa Dana Diimbau Tak Panik

- detikFinance
Rabu, 07 Sep 2005 11:03 WIB
Jakarta - Para investor reksa dana diimbau tidak panik di tengah terus turunnya nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana akibat anjloknya pasar obligasi."Jangan panik. Para investor juga sebaiknya tidak keluar. Kalau keluar, mereka justru rugi. Tunggu saja sampai jatuh tempo," kata Direktur Nikko Securities Indonesia Adler Haymans Manurung kepada detikcom, Rabu (7/9/2005).Aksi redemption besar-besaran para investor reksa dana tengah terjadi seiring terus merosotnya pasar obligasi. Akibatnya, NAB reksa dana terus merosot. Para nasabah pun panik karena modal awalnya terus tergerus.Salah satu aksi redemption yang parah terjadi di BNI Securities. Pada Selasa (6/9/2005) kemarin, nasabah reksa dana 'mengamuk' karena tidak berhasil memperoleh kejelasan soal nasib investasinya. Seiring terus turunnya NAB, modal awal nasabah reksa dana BNI Securities tergerus hingga 20 persen.Menurut Adler, untuk menghindari redemption besar-besaran reksa dana ini, maka pemerintah harus menyediakan likuiditas yang cukup, antara lain dengan pembelian kembali obligasi negara. "Entah itu pemerintah atau BI, yang penting harus ada likuiditas," ujarnya.Jika pemerintah tidak membeli kembali, menurut Adler, investor asinglah yang justru akan menikmati keuntungan. "Mereka kan sekarang bisa beli sedikit demi sedikit di pasar," tambahnya.Ia juga meminta BI tidak menaikkan suku bunga secara drastis, meski hal itu bisa memberi dampak positif pada penguatan rupiah. "Mestinya BI tidak menaikkan suku bunga secara drastis," kata Adler.Dalam catatan Adler, dana kelolaan di reksa dana per Agustus 2005 hanya tersisa sekitar Rp 64 triliun. Angka itu merosot drastis dibandingkan per Desember 2004 yang masih mencapai Rp 110 triliun. Jumlah itu, menurut Adler, akan terus merosot jika kepanikan investor reksa dana terus berlangsung.Dirjen Perbendaharaan Negara Depkeu Mulia P Nasution mengaku masih akan melihat perkembangan lebih lanjut atas usulan agar pemerintah menjadi stand by buyer terhadap obligasi negara.Mulia berharap pasar obligasi bisa segera pulih. "Saya harap perkembangannya akan membaik. Kita lihat perkembangannya," ujar Mulia yang ditemui di Gedung Depkeu, Jakarta. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads