Nasabah Reksa Dana Kembali Serbu Kantor BNI Securities

Nasabah Reksa Dana Kembali Serbu Kantor BNI Securities

- detikFinance
Rabu, 07 Sep 2005 12:39 WIB
Jakarta - Puluhan nasabah reksa dana kembali mendatangi kantor BNI Securities. Mereka meminta kejelasan nasib investasinya yang terus merosot seiring turunnya nilai aktiva bersih (NAB).Para nasabah yang panik itu ditemui oleh Direktur Divisi Manajemen Investasi BNI Securities T Umar Laksana di kantor pusat BNI Securities, Wisma BNI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (7/9/2005). Umar didampingi fund manager BNI Securities Agus B. Yanuar. Pertemuan berlangsung sejak pukul 10.00 WIB, dan masih berlangsung hingga siang ini.Suasana pertemuan berlangsung gaduh. Nasabah saling berlomba-lomba minta penjelasan dengan suara yang keras. Mereka meminta agar modal dikembalikan seperti posisi semula. Jika tidak bisa, nasabah minta dana investasinya dialihkan ke bentuk lain atau redemption dibekukan dulu. Mereka juga menuding ada permainan oleh BNI terkait pernyataan Dirut BNI Sigit Pramono yang menyatakan akan menalangi redemption di BNI Securities. Iwan, salah seorang nasabah, mengeluhkan ketidaktahuan pihak marketing di cabang tempatnya berinvestasi yakni Roxy Mas. Pria setengah baya ini mengaku telah menarik dana sejak Selasa, 30 Agustus lalu dengan NAB Rp 1.232 per unit. Namun ketika dana itu bisa ditarik pada Kamis, 1 September, NAB yang dipakai adalah NAB pada hari Kamis tersebut yang sudah jatuh ke Rp 1.147 per unit. Atas keluhan tersebut, Umar meminta agar keluhan tersebut dicatat. Ditegaskan Umar, masalah seperti itu seharusnya tidak terjadi.Nasabah juga mengeluhkan minimnya informasi. Beberapa nasabah juga sudah mengaku sudah menandatangani blanko kosong sebagai surat kuasa untuk kantor cabang melakukan redemption jika NAB terus merosot. Namun para nasabah kesal karena cabang itu tidak melaksanakan amanat nasabah tersebut.Umar juga menjanjikan akan memberi penjelasan lebih lanjut kepada para nasabah pada Kamis (8/9/2005) pukul 16.00 WIB. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads