BNI Securities Mengaku Sulit Penuhi Tuntutan Nasabah

BNI Securities Mengaku Sulit Penuhi Tuntutan Nasabah

- detikFinance
Rabu, 07 Sep 2005 17:59 WIB
Jakarta - BNI Securities mengaku sulit memenuhi tiga tuntutan nasabah reksa dananya. BNI Securities juga mempersilakan BNI melakukan bailout asalkan sesuai mekanisme pasar. "Kalau mau beli dilakukan sesuai mekanisme pasar," kata Dirut BNI Securities Sudirman di Jakarta, Rabu (7/9/2005).Sebelumnya, nasabah BNI Securities mengajukan tiga tuntutan yakni pembatalan redemption reksa dananya. Kedua, memasukkan dana investasi dalam deposito BNI sesuai dengan harga pembelian awal. Ketiga, ketentuan itu diharapkan bisa berlaku bagi seluruh nasabah khususnya reksa dana pendapatan tetap. Fund Manager BNI Securities Agus B. Yanuar mengatakan, tuntutan para nasabah reksa dana itu sulit dipenuhi. Pengembalian modal awal tidak bisa dilakukan karena menyalahi aturan disamping bentuk investasinya berupa reksa dana dan bukan deposito. Mengenai tuntutan pembatalan redemption dari nasabah, Agus mengatakan bahwa redemption yang sudah diajukan tidak bisa dibatalkan. Kalaupun bisa, tegas Agus, tidak ada jaminan obligasi akan naik. "Sekarang kami hanya memastikan mempercepat pembayaran redemption dan mereka menerima NAB sesuai hari mereka me-redemption," ujar Agus.Soal usulan pembekuan dana investasi reksa dana, Sudirman mengatakan bahwa pihaknya sudah mendiskusikan dengan Ketua Bapepam Darmin Nasution. Sudirman mengaku, Ketua Bapepam menegaskan bahwa hal itu tidak bisa dilakukan. "Karena tidak fair treatment. Dan bisa saja ada nasabah yang membutuhkan untuk mencairkan dananya segera," tegasnya.Sudirman menambahkan, investasi reksa dana baru bisa dibekukan jika total kelolaan di tiap-tiap produk mencapai Rp 5 miliar. "Kalau tinggal Rp 5 miliar per produk, baru bisa dibekukan. Ini juga dalam rangka dilikuidasi," ujarnya.Mengenai usulan para investor yang berunjuk rasa di kantornya, Sudirman mengaku akan mendiskusikannya terlebih dahulu ke Bapepam. "Besok jam 4 sudah pasti ada solusi. Bapapem kan gampang, tinggal ditelepon saja," tukasnya enteng. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads