Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 11 Jan 2019 15:23 WIB

DP Kendaraan 0% Bikin Kredit Macet? Asosiasi Leasing: Eggak Lah

Danang Sugianto - detikFinance
Ilustrasi DP kredit motor/Foto: Rifkianto Nugroho Ilustrasi DP kredit motor/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Aturan relaksasi yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait relaksasi DP kredit kendaraan hingga 0% dinilai berdampak negatif. Salah satunya rasio pembiayaan bermasalah non performing financing (NPF) perusahaan pembiayaan akan meningkat.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menepis pandangan tersebut. Menurutnya perusahaan pembiayaan akan bersikap hati-hati atas relaksasi tersebut, tujuannya tentu untuk menjaga NPF.


"Enggak lah, enggak mungkin. Kami enggak bodoh. Kebijakan ini hanya memberikan insentif, kemudahan," ujarnya kepada detikFinance, Jakarta, Jumat (11/1/2018).

Suwandi menjelaskan relaksasi DP 0% yang diberikan OJK tentunya terdapat batasan-batasan agar relaksasi itu tidak kebablasan. Salah satunya DP 0% bisa digunakan oleh perusahaan pembiayaan dengan rasio pembiayaan bermasalah (non performing fund/NPF) di bawah atau setara 1%.

"Kalau NPF-nya di bawah 1% berarti tidak semua perusahaan bisa. DP 0% itu juga serendah-rendahnya, apakah akan dipakai perusahaan pembiayaan yang NPF-nya di bawah 1%? Nah itu musti ditanya dulu ke perusahaannya," ujarnya.


Suwandi mengaku tidak yakin perusahaan pembiayaan yang punya NPF di bawah 1% mau memberikan DP 0% secara penuh. Sebab mereka yang punya NPF rendah juga pasti menerapkan azas kehati-hatian yang sangat tinggi dalam menjalankan bisnisnya.

Tetapi bukan berarti DP 0% itu tidak akan dimanfaatkan. Menurut Suwandi pembiayaan kendaraan DP 0% bisa diterapkan untuk pembiayaan kendaraan terhadap nasabah yang dinilai benar-benar aman seperti perusahaan.

"Tetapi apakah dipakai bisa saja, bisa juga. Misalnya ada perusahaan besar saya saya minta dong kredit mobil buat manajer saya DP-nya 0%, tapi yang bayar nanti perusahaan. Itu bisa, tapi kalau ini menjadi program mass market tidak akan," tegasnya.


Meski begitu, Suwandi mengapresiasi keputusan yang diambil oleh OJK. Menurutnya hal itu merupakan niatan baik dari OJK untuk membantu industri perusahaan pembiayaan kendaraan.

Menurut data OJK kondisi NPF perusahaan pembiayaan pada November 2018 di posisi 2,83%. Angka itu lebih rendah dari NPF di Oktober 2018 yakni 3,21%. Namun secara rata-rata dari Januari -November 2018 NPF perusahaan pembiayaan di 3,1%.


Tonton juga video 'Dilema DP 0% untuk Kredit Motor dan Mobil':

[Gambas:Video 20detik]


DP Kendaraan 0% Bikin Kredit Macet? Asosiasi Leasing: Eggak Lah
(das/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed