Proses Akuisisi BTN Jalan Terus
Jumat, 09 Sep 2005 15:18 WIB
Jakarta - Meski Komisi XI DPR RI telah meminta wacana proses akuisisi BTN dihentikan,pemerintah tetap akan melanjutkan proses tersebut. Tidak sebatas BNI saja, pemerintah juga mencari alternatif lain, seperti, Mandiri, BRI ataupun dengan lembaga keuangan non bank lainnya. "Itu tetap berjalan terus. Belum kita tetapkan apakah dengan BNI, BankMandiri, BRI ataupun dengan lembaga keuangan non bank lainnya," kata Menko Perekonomian Aburizal Bakrie di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (9/9/2005).Menurut Aburizal atau biasa disapa Ical ini, yang ditolak DPR adalah proses merger BTN, bukan proses akuisisi BTN. Ical beralasan akuisisi akan memperkuat struktur permodalan BTN sehingga BTN dapat berperan dalam program pembangunan sejuta rumah."Presiden sudah mengatakan BTN itu jangan dimerger. Maka yang akan dilakukanadalah akuisisi oleh bank dan bukan bank untuk dapat membesarkan BTN," kataIcal.Jika akuisisi berjalan lancar diharapkan akan menambah masukan bagi negara dari setoran privatisasi. Ical meyakini target privatisasi sekitar Rp 4,5 triliun tahun ini akan tercapai. Jika akuisisi BTN tidak dapat dilakukan pada tahun ini, pemerintah sudah menyiapkan alternatif lain untuk mengejar setoran privatisasi, yakni dari penawaran saham kedua atau secondary offering bank BUMN lain yakni BNI, BRI dan Bank Mandiri. Meski belum mendapat persetujuan resmi dari DPR, Ical mengaku masalah tersebut sudah mendapat lampu hijau. "Skenarionya tetap secondary offering>. Namun kepemilikan pemerintah tetap di atas 50 persen," ujar Ical yang mengaku belum tahu mana yang akandidahulukan.
(qom/)











































