Rupiah Stabil, SBY Gembira
Senin, 12 Sep 2005 12:42 WIB
Saint Louis - Membaiknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) gembira. "Saat ini rupiah dalam kondisi stabil dikisaran Rp 10.100 per dolar AS," kata SBY. SBY berharap momentum saat ini semakin menguatkan posisi rupiah yang saat ini sudah menguat hingga level Rp 10.080 per dolar AS."Itulah good news-nya," kata SBY seusai menggelar sidang kabinet secara video conference di ruang The Amphitheater Hotel Ritz Carlton, Saint Louis, Missouri, Amerika Serikat, Minggu (11/9/2005) pukul 22.45 waktu setempat atau Senin (12/9/2005) pukul 10.45 WIB.Wartawan detikcom Budiono Darsono yang mengikuti perjalanan SBY ke Amerika Serikat melaporkan, berita bagus soal rupiah itu disampaikan SBY di hadapan para wartawan Indonesia. Di samping rupiah yang stabil dan cenderung menguat, SBY juga memperoleh laporan dari Menko Perekonomian Aburizal Bakrie bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami peningkatan. "IHSG meningkat ke posisi 1.100kembali," kata SBY.Pada penutupan sesi I perdagangan Senin (12/9/2005), IHSG akhirnya kembali ke level 1.100, setelah terus terpuruk hingga sempat menembus di bawah 1.000. IHSG ditutup naik 4,009 poin pada level 1.102,465."Dengan demikian, dari segi pengelolaan nilai tukar telah terjadi peningkatan. Semoga ini bisa bertahan dan makin membaik," begitu harapan SBY. Dengan adanya situasi yang lebih baik itu, SBY berharap agar pengelolaan nilai tukar bisa dilakukan sebaik-baiknya oleh Bank Indonesia (BI). Pengelolaan nilai tukar itu memang menjadi wilayah BI. Meski kondisi sudah membaik, SBY menegaskan bahwa pemerintah tetap akan melakukan sinkronisasi dan koordinasi, baik untuk mengatasi kelemahan cadangan devisa, maupun untuk menyelesaikan masalah reksadana."Semua itu dilakukan dengan momentum yang bagus bahwa kurs sudah mulai pulih dan mendekati angka yang kita harapkan," kata SBY.
(qom/)











































