Rupiah Balik di Bawah 10.000/US$

Kepastian Kenaikan Harga BBM

Rupiah Balik di Bawah 10.000/US$

- detikFinance
Rabu, 14 Sep 2005 10:05 WIB
Jakarta - Kepercayaan pelaku pasar kepada pemerintah mulai pulih. Nilai tukar rupiah akhirnya kembali lagi ke bawah level Rp 10.000 per dolar AS.Pada awal perdagangan Rabu (14/9/2005), rupiah dibuka langsung menguat di level Rp 9.995/9.990 per dolar AS. Namun selanjutnya rupiah melemah lagi di level Rp 10.015/10.005 per dolar AS."Wacana kenaikan harga BBM itu berdampak positif, menunjukkan bahwa pemerintah terus mengatasi kondisi saat ini. Dan itu memberi kepercayaan kepada pasar," kata analis valas dari BNI, Rosady T.A Montol kepada detikcom.Pelaku pasar juga merasa nyaman dengan turunnya harga minyak ke level US$ 63 per barel. Sementara penguatan dolar AS di pasar internasional dinilai Rosady tidak memberi dampak yang signifikan ke pasar.Pasar valas pun juga mendapat 'berkah' dari masuknya capital inflow dari investor asing di tengah jatuhnya harga obligasi dan juga murahnya harga saham. "Sekarang ini kan asing melihat harga saham dan obligasi sedang murah. jadi time to buy," ujar Rosady. Pasar uang mendapat dampak 'tidak langsung' dari masuknya capital inflow dari asing yang mengalirkan dolar ke pasar tersebut. "Pasar valas itu kan bermain dengan ekspektasi," kata Rosady.Sementara kebijakan moneter ketat yang ditempuh BI dinilai Rosady cukup efektif untuk menaikkan permintaan rupiah. Turunnya posisi cadangan devisa ke level US$ 31 per barel juga tidak terlalu merisaukan pasar. Rosady memperkirakan tidak tertutup kemungkinan rupiah ditutup di bawah level Rp 10.000 per dolar AS. "Kalau nanti bisa tembus lagi, maka penutupan kemungkinan bisa di bawah Rp 10.000 per dolar AS," ujarnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads