Dituding Penyebab Redemption, BI Diminta Tegur Bank Asing

Dituding Penyebab Redemption, BI Diminta Tegur Bank Asing

- detikFinance
Rabu, 14 Sep 2005 15:18 WIB
Jakarta - Sejumlah bank asing diduga menawarkan forward deposits dengan bunga tinggi, yang memicu terjadinya redemption (penarikan). Maka itu BI diminta menegur bank asing sesuai dengan kapasitasnya sebagai penjaga moneter.Perbankan asing ditengarai menawarkan produk forward deposits dengan tingkat keuntungan (return) sebesar 12 sampai 16 persen. Forward deposits merupakan produk yang mengawinkan deposito biasa dengan transaksi forward exchange. "Forward deposits menawarkan suku bunga di atas rate penjaminan BI, maka itu BI harus menegur mereka (bank asing)," kata Adler Haymans Manurung, salah seorang praktisi reksa dana, di sela acara seminar Bapepam yang berlangsung di Hotel Aston, Jl.Senen Raya, Jakarta, Rabu (14/9/2005). Menurut Adler, dalam menjual forward deposits, perbankan asing memulainya dengan menakut-nakuti nasabah reksa dana yang mengatakan kondisi ekonomi Indonesia saat ini tidak kondusif. "Karena investornya takut maka ada redemption," ujar Adler.Kondisi seperti ini, menurut Adler, pernah terjadi di negeri sakura, Jepang, yang menawarkan produk sejenis oleh Citibank. "Di Jepang saja Citibank disuruh keluar, makanya BI juga harus memberi peringatan. Kan mereka (BI) punya departemen khusus untuk itu," tutur Adler. Seperti diketahui, aksi redemption besar-besaran melanda pasar reksa dana Indonesia. Pemicunya adalah naiknya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang membuat harga obligasi sebagai underlying reksa dana pendapatan tetap anjlok. Sejumlah manajer investasi bahkan diserbu oleh nasabahnya yang kecewa karena nilai aktiva bersih (NAB) menyusut drastis sehingga investor banyak kehilangan modal awalnya. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads