Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 13 Feb 2019 12:29 WIB

MUI Mau Bangun Menara, ARK Terbitkan Reksa Dana Syariah Rp 1 T

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Eva Safitri-detikcom Foto: Eva Safitri-detikcom
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menerbitkan reksa dana wakaf senilai Rp 1 triliun. Dana itu nantinya digunakan untuk membangun Menara MUI.

Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengatakan, pembangunan Menara MUI sudah dilakukan sejak tahun lalu. Bangunan yang terdiri dari 20 lantai itu dibangun dengan dana talangan oleh suatu pihak melalui penerbitan reksadana penyertaan terbatas (RDPT) syariah tahun lalu.

"Ini kita inginkan MUI punya kantor yang representatif walaupun MUI tidak punya uang. Karena itu kantor ini punya umat, dibiayai oleh umat. Ada perusahaan properti yang mau bantu menalangi atau membiayai terlebih dahulu," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Pembangunan Menara MUI yang berada di Bambu Apus, Jakarta Timur itu menghabiskan dana sekitar Rp 1 triliun. Nah untuk membeli RPDT syariah itu, MUI hari ini menerbitkan semacam reksadana penyertaan terbatas.

Reksadana itu diterbitkan melalui PT Asia Raya Kapital dengan nama produk Asia Raya Syariah Dana Kas Wakaf MUI. Target dana kelolanya mencapai Rp 1 triliun dalam jangka waktu 2 tahun. Secara resmi produk reksadana itu diterbitkan hari ini secara simbolis oleh Ma'ruf Amin.


"Tujuannya untuk mengumpulkan wakaf untuk membiayai pembelian, bukan pembangunan ya. Karena gedungnya sudah dibangun dengan RDPT syariah," kata Direktur Utama PT Asia Raya Kapital Tri Agung Winantoro.

Nah jenis investor dari produk itu ada dua. pertama bagi masyarakat umum yang mau mewakafkan hartanya untuk pembangunan Menara MUI itu bisa transfer langsung ke rekening Wakaf MUI dan langsung diinvestasikan ke reksadana wakaf tersebut.

Sementara bagi masyarakat yang ingin berinvestasi bisa langsung membeli reksadana itu. Lalu untuk keuntungannya bisa diberikan untuk membantu pembangunan gedung tersebut.

Sementara Ketua MUI Bidang Ekonomi Lukmanul Hakim menjelaskan dari 20 lantai Menara MUI, 3 lantai paling bawah akan diperuntukkan untuk kawasan bisnis. Sementara sisanya untuk disewakan perkantoran dan markas MUI.

"Tahun 2020 Insya Allah untuk bisa terwujud dan bisa ditempati. Ini punya wakaf umat tapi labelnya saja Tower MUI," ujarnya.

(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com