Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 13 Feb 2019 17:26 WIB

Sri Mulyani Soroti Soal OVO & Gopay, Apa Sih Itu?

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Mindra Purnomo Foto: Mindra Purnomo
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta jajarannya menaruh perhatian pada kehadiran penyedia jasa pembayaran digital, seperti OVO dan Gopay. Sebenarnya, apa sih itu?

Menurut pengamat IT, Heru Sutadi OVO dan Gopya merupakan perkembangan dari alat pembayaran. Sehingga bisa memudahkan masyarakat untuk tidak tunai.

"OVO dan Gopay ini kan perkembangan terbaru pemanfaatan digital payment dorong masyarakat untuk cashless. Sarana pembayaran, transfer dan donasi juga," kata dia kepada detikFinance, Rabu (13/2/2019).


Lebih lanjut, ia mengungkapkan saat ini perkembangan penyedia jasa pembayaran digital di Indonesia telah berada di angka 25%. Sedangkan sisanya masih 75%.

"Jadi masyarakat didorong untuk cashless agar uang cash tidak terlalu besar. Sekarang bau 25% cashless dan 75% baru cash," papar dia.

Heru memaparkan ke depan perkembangan penyedia jasa pembayaran digital ini akan berkembang pesat. Bahkan ia memprediksi pasar keuangan digital akan mengusai hingga 50%.

"2020 mungkin akan mulai terbantuk pasar. Tahun depan bisa 40% hingga 50% kan juga banyak pakai handphone," tutup dia.


Sementara itu, Sri Mulyani sempat menyoroti perkembangan OVO dan Gopay. Hal itu dikatakan di depan pejabat Kementerian Keuangan, Selasa (12/2/2019).


Simak Juga 'Soal Menteri Pencetak Utang, Jokowi Sanjung Sri Mulyani':

[Gambas:Video 20detik]


Sri Mulyani Soroti Soal OVO & Gopay, Apa Sih Itu?
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed