Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 13 Feb 2019 21:00 WIB

Tahun Depan, 50% Transaksi di RI bakal Pakai Uang Digital

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Tim infografis Fuad Hasim Foto: Tim infografis Fuad Hasim
Jakarta - Pada 2020, 50% transaksi di Indonesia diprediksi dikuasai uang digital. Hal itu mengingat sistem pembayaran digital seperti OVO dan GoPay meningkat.

Pengamat IT, Heru Sutadi mengatakan perkembangan sistem pembayaran digital akan lebih banyak digunakan masyarakat. Pasalnya, sistem tersebut memudahkan masyarakat.

"Pembayaran digital ini mendukung bagian inklusi keuangan. 2020 mungkin ini akan mulai terbentuk pasar bisa 40% hingga 50% perkembangannya (pembayaran digital)," kata dia kepada detikFinance, Rabu (13/2/2019).


Lebih lanjut, ia juga menyoroti perkembangan pembayaran digital dapat menyebabkan disrupsi atau gangguan pada sektor perbankan. Sebab, fungsi dari OVO dan Gopay hampir sama dengan perbankan.

Alhasil, sistem perbankan akan kalau dibandingkan pembayaran digital.

"Kan sarana pembayaran, transfer itu bisa pakai, dipermudah. Jadi ke depan pasar bisa akan besar, dan ini diprediksi akan terjadi satu permainan, disrupsi karena perbankan mengalami fase yang berubah dengan adanya transaksi (digital) ini," jelas dia.


Maka dari itu, ia menyarankan agar perbankan mau ikut meningkatkan transformasi sistem pembayaran digital. Dengan begitu, perbankan tidak akan mengalami gangguan.

"Kalau perbankan saya sarankan untuk transformasi dirinya, mendigitalisasi layanan. Kalau nggak mereka akan tertinggal," tutup dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com