Dana Kelolaan Hanya Sisa Rp 36 T
Rush Reksa Dana Masih Terjadi
Selasa, 20 Sep 2005 12:37 WIB
Jakarta - Redemption reksa dana masih terus terjadi. Bahkan dalam sepekan terakhir, angkanya mencapai lebih dari Rp 10 triliun. Jika pada 9 September, dana kelolaan reksa dana masih berkisar Rp 46-47 triliun, namun pada hari ini dana yang tersisa hanya Rp 36 triliun.Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Jusuf Anwar saat menjadi pembicara dalam seminar bertajuk 'Pasar Reksa Dana Indonesia dalam Perspektif International' di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (20/9/2005). Menurut Jusuf, redemption atau penarikan reksa dana tersebut masih terjadi akibat investor dilanda panic selling akibat sejumlah faktor psikologis.Sejumlah faktor psikologis yang mendorong redemption antara lain tingginya harga minyak, prospek kenaikan tingkat suku bunga dan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal pemerintah."Hal ini tidak benar karena fiskal kita itu tidak ada masalah. Kekhawatiran itulah yang memicu ekspektasi yang salah sehingga membuat investasi reksa dana di-redeem atau dialihkan ke investasi," tegas Jusuf.Padahal, menurut Jusuf, prospek reksa dana Indonesia cukup baik dengan melihat kontribusi reksa dana terhadap PDB di negara-negara tetangga. "Masih ada peluang-peluang untuk maju," tegas mantan Ketua Bapepam ini. Angka kelolaan reksa dana tersebut berarti jauh dibandingkan posisi pada awal Januari yang masih mencapai Rp 117 triliun. Sejumlah perusahaan pengelola reksa dana mengalami rush sehingga dana kelolaannya kian menipis.Misalnya saja PT Trimegah Securities yang dana kelolaannya menyusut lebih dari 50 persen sehingga hanya tersisa Rp 5 triliun. Demikian pula Mandiri Investasi yang semula mengelola dana hingga Rp 24,5 triliun, per Agustus hanya menyisakan dana kelolaan Rp 600 miliar.Sementara BNI Securities yang awal tahun masih mengelola dana hingga Rp 9,04 triliun, namun pada akhir Agustus dana yang dikelola tinggal Rp 4,903 triliun.
(qom/)











































