MI Ngantri Minta Izin Jual Reksa Dana Terproteksi

MI Ngantri Minta Izin Jual Reksa Dana Terproteksi

- detikFinance
Selasa, 20 Sep 2005 15:47 WIB
Jakarta - Meski pasar reksa dana belum pulih dari redemptions dan kepercayaan masyarakat juga belum muncul, sejumlah manajer investasi (MI) ramai-ramai meminta izin kepada Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) agar diperbolehkan menjual reksa dana terproteksi.Dua MI yang telah mendapatkan izin dari Bapepam untuk menjual reksa dana terproteksi adalah PT Trimegah Securities dan PT Schroder Investment Management Indonesia."Selasa ini (20/9/2005) Bapepam sudah menandatangani reksa dana terproteki dari Schroder. Selain itu MI yang akan dipertimbangkan ijinnya antara lain Fortis, ABN AMRO, Bahana dan Permodalan Nasional Madani (PNM)," kata Freddy Saragih, Kepala Pengelolaan Investasi dan Riset Bapepam disela acara seminar bertema 'Pasar Reksa Dana Indonesia dalam Perspektif International' di Hotel Shangri-la Jakarta, Selasa (20/9/2005). Ditegaskan Freddy, reksa dana terproteksi bukan berarti diproteksi. Maka itu untuk menghindari kekeliruan yang mungkin terjadi di masyarakat, Bapepam meminta MI yang meluncurkan reksa dana terproteksi untuk mengadakan sosialisasi dan mengundang Bapepam."Reksa dana terproteksi itu tidak diproteksi, mekanisme proteksinya ada pada strukturnya sendiri," ujar Freddy.Penawaran umum reksa dana terproteksi, lanjut Fredy, baru boleh dilakukan setelah diadakan investor gathering. MI yang menerbitkan reksa dana terproteksi juga diharapkan agar menjaminkannya ke surat utang negara (SUN). Ini untuk mengurangi risiko terjadinya default alias gagal bayar. Namun jika MI ingin membeli obligasi korporasi, mereka diminta untuk memperhatikan peringkat obligasi. Minimal rating yang dimiliki obligasi itu harus baik. "Misalnya Telkom, kan enggak mungkin turun," katanya.Freddy menilai sekarang sudah ada kecenderunagn penurunan redemption. Berdasarkan data Senin kemarin (19/9/2005), redemption yang terjadi di bawah Rp 500 miliar. Sedangkan subcription (pembelian) sudah meningkat di atas 200 miliar. "Tanda-tanda ke suasana lebih rilek mungkin akan terjadi," ujar Freddy sambil tersenyum. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads