Rangkaian Kenaikan ke-11
Fed Naikkan Suku Bunga ke 3,75%
Rabu, 21 Sep 2005 08:27 WIB
Jakarta - Bank Sentral AS (Federal Reserve) melanjutkan rangkaian kenaikan suku bunga AS sebesar 25 basis poin untuk ke-11 kalinya menjadi 3,75 persen. Suku bunga tersebut merupakan level tertinggi sejak tahun 2001. Keputusan tersebut diambil dalam pertemuan Federal Open Market Comitte (FOMC) yang merupakan badan pembuat kebijakan Bank Sentral AS Selasa (20/9/2005) di New York seperti dikutip dari AFP, Rabu (21/9/2005). Namun dalam pertemuan kali ini, untuk pertama kalinya satu anggota Dewan Gubernur Fed yakni Mark Olson memberikan dissenting opinion yakni tidak setuju atas kenaikan suku bunga. Ketidaksetujuan Olson yang diberikan dalam voting FOMC ini merupakan yang pertama kalinya sejak Juni 2003. Olson berpendapat lebih baik The Fed menjaga tingkat suku bunganya.FOMC menilai, meski badai Katrina menelan kerugian hingga US$ 100 miliar, namun diperkirakan dampaknya terhadap perekonomian AS tidak akan lama. Namun Fed mengakui, belanja AS, produksi dan penyediaan tenaga kerja akan mengalami guncangan dalam jangka pendek akibat badai Katrina."Kerusakan yang sangat luas di kawasan Teluk, lepasnya segala hal yang berhubungan dengan aktivitas ekonomi dan melonjaknya harga BBM akan berimplikasi pada melemahnya belanja, produksi dan tenaga kerja dalam jangka pendek," demikian pernyataan dari FOMC."Perkembangan yang tidak diinginkan tersebut telah meningkatkan ketidakpastian terhadap performa ekonomi dalam jangka pendek. Tapi komite berpandangan bahwa masalah tersebut bukan merupakan ancaman yang tetap," tegas FOMC.Fed juga kembali memberikan sinyal suku bunga akan terus naik. Sejumlah analis memperkirakan Fed masih akan melakukan rangkaian kenaikan suku bunganya sebanyak 1-2 kali hingga akhir tahun ini.
(qom/)











































