Bunga Fed Naik, Rupiah Tumbang

Bunga Fed Naik, Rupiah Tumbang

- detikFinance
Rabu, 21 Sep 2005 09:32 WIB
Jakarta - Kenaikan suku bunga Fed menjadi 3,75 persen langsung merontokkan rupiah. Pada perdagangan Rabu (21/9/2005), rupiah langsung merosot ke level Rp 10.220/10.235 per dolar AS.Rupiah diperkirakan terus melemah sepanjang perdagangan hari ini mengingat tidak ada satu pun sentimen positif yang hadir di pasar. Sementara pada perdagangan kemarin rupiah ditutup melorot ke level Rp 10.185 per dolar AS seiring melonjaknya harga minyak dunia ke level US$ 67 per barel."Rupiah mungkin akan terus melemah hingga akhir pekan ini," kata analis valas dari BNI Rosady T.A Montol kepada detikcom.Rosady mengungkapkan, antisipasi terhadap kenaikan suku bunga Fed sebenarnya sudah dilakukan oleh pelaku pasar sejak beberapa hari terakhir. "Pasar itu kan buy by rumors dan sell by fact. Jadi antisipasinya sudah dari kemarin," katanya.Sentimen negatif lainnya adalah masih tingginya harga minyak dunia dan juga rencana kenaikan harga BBM yang tampaknya akan mendapat resisten yang tinggi dari masyarakat. "Jadi semua itu membuat pelaku pasar ragu-ragu," ujar Rosady.Permintaan yang tinggi dari korporasi menjelang akhir bulan akan menambah 'penderitaan' rupiah. "Ini kan sudah mendekati akhir bulan. Jadi permintaan akan semakin bertambah," kata Rosady.Terus merosotnya cadangan devisa hingga level US$ 30,244 per dolar AS juga semakin menciutkan nyali para pelaku pasar.Lelang SBI yang akan digelar BI hari ini juga diperkirakan Rosady tidak akan banyak membantu penguatan rupiah. "Sepanjang BI rate belum dinaikkan, SBI kemungkinan tidak akan naik. Jadi tetap pada levelnya kemarin," tambahnya.Pelaku pasar berharap BI mengimbangi kenaikan suku bunga Fed untuk menghindari melemahnya rupiah lebih lanjut. "Itu untuk mengindari adanya rate differential," katanya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads