Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Kredit 14% pada 2006
Rabu, 21 Sep 2005 16:57 WIB
Jakarta - Masih tingginya angka kredit macet membuat PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tidak berani terlalu tinggi mematok pertumbuhan kreditnya tahun depan. Pertumbuhan kredit 2006 diprediksi tumbuh 14-15 persen atau sama seperti tahun ini."Target kredit Bank Mandiri tahun 2006 sebesar 14-15 persen," kata Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo dalam rapat dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR Jalan Gatot Subroto Jakarta, Rabu (21/9/2005).Untuk kredit perseroan sampai dengan Juni 2005, menurut Agus, sudah berkembang sekitar 10 persen. Sedangkan sampai akhir Desember 2005 diperkirakan masih ada tambahan kenaikan 4-5 persen."Sampai Desember 2004, pinjaman kita sebesar Rp 97 triliun. Dari angka itu akan tumbuh 14-15 persen sampai akhir tahun 2005," kata Agus.Menurutnya, dari semua segmen kredit yaitu korporasi, komersil dan konsumer, kredit komersil terus mengalami pertumbuhan. Begitu juga dengan segmentasi konsumer yang terlihat lebih aktif lagi. "Tapi untuk konsumer basenya 'kan tidak terlalu besar," ujarnya.Meskipun perseroan sedang dirundung kasus kredit macet, Agus menegaskan, pihaknya tetap akan menjalankan fungsi intermediasi. "Karena modal kita baik, 'kan kita masih punya modal (CAR) sebesar 23 persen," ungkapnya.Kredit macet (non performing loan/NPL) Bank Mandiri mengalami kenaikan yang signifikan dari sebesar Rp 6,6 triliun pada 2004 menjadi Rp 25,2 triliun pada akhir Juni 2005 atau naik Rp 18,6 triliun. Menurut Agus, penyelesaian NPL sangat terkait dengan faktor pertumbuhan ekonomi, kefokusan organisasi dan masalah kepastian hukum."Jika kita punya ancaman hukum yang jelas dan kuat kepada nasabah, tentu nasabah akan menjaga untuk memenuhi kewajibannya," katanya. Sedangkan Direktur Treasury Bank Mandiri JB Kendarto mengatakan, perseroan telah memiliki sejumlah formula untuk menekan NPL. Program tersebut adalah sistem manajemen risiko yang komperehensif yaitu front end yang berupa pemberian dan penetapan bunga kredit. Middle end yaitu pengawasan dan rasio kredit, serta back end yang berupa manajemen NPL dan penagihan. "Kita harapkan pada akhir tahun 2007, NPL nett berkurang dari 5 persen dan NPL gross kurang dari 10 persen," jelas Kendarto. Sampai akhir Juni 2005, Bank Mandiri mencatat NPL sebesar 24,6 persen, angka itu terus mengalami kenaikan dibandingkan akhir Maret 2005 yang sebesar 17,3 persen karena belum selesainya masalah kredit macet.
(ir/)











































