Nasabah Reksa Dana Bingung Datangi Standard Chartered Bank
Kamis, 22 Sep 2005 17:52 WIB
Jakarta - Kebingungan nasabah reksa dana tampaknya belum sirna. Mereka pun berupaya mencari informasi seputar turunnya nilai aktiva bersih (NAB) investasi reksa dananya termasuk ke agen penjual.Salah satu agen penjual kedatangan 'tamu' nasabah reksa dana adalah Standard Chartered Bank (SCB) yang merupakan agen penjual reksa dana kelolaan dari manajer investasi (MI), antara lain Bahana TCW, Manulife Financial, Mandiri Investasi, Danareksa, Schroder, ABN Amro.Menurut head of corporate affair SCB Sinta Sirait saat ditemui detikcom di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (22/9/2005) beberapa nasabah memang mendatangi kantor SCB. Para nasabah tersebut, kata Sinta meminta informasi terkait terus turunnya NAB reksa dananya.Sinta sendiri menepis berita yang menyebutkan ada rush dari reksa dana yang dijual SCB. "Cuma ada sekitar empat orang yang tadi siang datang ke kantor SCB untuk minta keterangan soal minusnya NAB mereka," katanya.Nasabah reksa dana yang datang merupakan nasabah dari reksa dana kelolaan Bahana TCW. Dalam pantauan detikcom sekitar pukul 16.30 WIB, kantor SCB sudah terlihat lengang. Menurut Sinta, pihaknya sebagai agen penjual sudah mengambil langkah-langkah preventif sejak terjadinya rush redemption akhir Agustus dan awal September lalu. Langkah preventif tersebut berupa roadshow bersama dengan MI untuk menjelaskan kondisi industri reksa dana. "Bersama MI kita menjelaskan bahwa reksa dana adalah investasi jangka panjang. Mungkin ada juga yang tidak tercover," ujarnya.
(qom/)











































