Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 28 Mar 2019 15:30 WIB

Gara-gara Kebijakan The Fed, RI Kebanjiran Dana Asing

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Dolar AS/ Selfie Miftahul Jannah Foto: Dolar AS/ Selfie Miftahul Jannah
Jakarta - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve menahan bunga acuannya pekan lalu. Fed Funds Rate (FFR) masih berada di level 2,25-2,5%. Bank sentral AS tersebut diperkirakan tidak menaikkan bunga acuannya tahun ini.

Tidak hanya The Fed, bank sentral Eropa dan Jepang juga diperkirakan tetap mempertahankan suku bunganya. Kemudian pemerintah China juga berencana memberikan insentif moneter dengan pelonggaran suku bunga dan rasio Giro Wajib Minimum (GWM) serta insentif fiskal dengan menurunkan tarif pajak.

Langkah tersebut mendorong masuknya modal asing ke emerging market termasuk Indonesia. Dana asing mencari tempat di pasar surat utang dan bisa meningkatkan likuiditas di pasar uang.

"Likuiditas meningkat akan berdampak di kita lebih longgar likuiditasnya. Pasar uang lebih soft," kata Deputi Komisioner Stabilitas Sistem Keuangan OJK Santoso Wibowo di kantor OJK Kompleks Bank Indonesia (BI), Jakarta Pusat, Kamis (28/3/2019).

Masuknya dana asing ke Indonesia menjadi keuntungan tersendiri. Nilai tukar rupiah hingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terdongkrak karena ramainya aliran modal masuk.

"Juga kalau dilihat tadi membawa dampak keuangan domestik lebih enak, lebih favorable," ujar Santoso.



Selain itu, imbal hasil (yield) obligasi juga perlahan terus turun. Hal ini bisa membuat beban pemerintah berkurang untuk pembayaran bunga surat utang.

"Obligasi juga mudah-mudahan yield-nya turun. Sedikit lebih sedikit beban pemerintah nggak terlalu berat," ujar Santoso.

Berdasarkan catatan OJK, pasar saham dan nilai tukar Rupiah pada bulan Februari melemah tipis masing-masing sebesar 1,37% dan 0,64% mtm, dengan investor nonresiden membukukan net sell di pasar saham sebesar Rp3,4 triliun. Namun demikian, secara ytd IHSG masih meningkat sebesar 4,02% dengan investor nonresiden membukukan net buy sebesar Rp 10,5 triliun.

Secara sektoral, kontributor terbesar penurunan IHSG di Februari berasal dari sektor aneka industri dan pertanian. Sementara, pasar SBN menguat dengan yield rata-rata di Februari turun 26,7 bps. Investor di pasar SBN tercatat membukukan net buy sebesar Rp 32,8 triliun,

(ara/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
Layar Pemilu
×
Nalar, Mental, Psikologis Usai Kompetisi
Nalar, Mental, Psikologis Usai Kompetisi Selengkapnya