Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 09 Apr 2019 17:40 WIB

RI, Thailand dan Malaysia Kini Lebih Pede Dagang Tanpa Dolar AS

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Sejumlah negara Asean seperti Indonesia, Thailand dan Malaysia sudah memiliki kesepakatan local currency settlement (LCS). Kesepakatan ini memungkinkan ketiga negara tak menggunakan dolar AS dalam transaksi perdagangan bilateral.

Transaksi perdagangan menggunakan LCS ini terus meningkat. Bank Indonesia (BI) mengharapkan LCS bisa menjadi pilihan pembayaran untuk para eksportir ketika bertransaksi perdagangan.

Direktur Departemen Internasional BI Wahyu Pratomo menjelaskan pemikiran LCS ini merupakan hal yang potensial, karena transaksi menggunakan mata uang lokal.

"Pandangan kami ada sebagian dari transaksi pembayaran itu potensial jika dilakukan dengan mata uang lokal penyelesaiannya," ujar Wahyu dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Dia menambahkan, namun ada juga pembayaran yang harus menggunakan dolar AS. Misalnya perdagangan komoditas antar negara, seperti produk CPO. Sehingga secara praktis kuotasinya menggunakan dolar AS.



Tapi untuk pengusaha yang transaksinya menggunakan LCS maka bisa terselamatkan jika terjadi gonjang-ganjing penguatan dolar AS. Karena uang tak perlu dikonversi ke mata uang negeri Paman Sam itu. "Pelaku usaha bisa confident dengan LCS ini, jadi bisa dilihat menguntungkan atau tidak," ujar dia.

Pada kuartal I 2019, total transaksi perdagangan melalui LCS menggunakan Baht tercatat Rp 185 miliar meningkat dibandingkan periode 2018 Rp 96 miliar. Sementara itu untuk transaksi LCS menggunakan Ringgit setara dengan Rp 1 triliun meningkat tajam jika dibandingkan periode 2018 sebesar Rp 83 miliar.

Bank Indonesia dan Bank of Thailand secara rutin melakukan tukar pandangan dan pengalaman sehingga dapat memperkaya dan memperkuat kapasitas kedua belah pihak dalam mengelola risiko dan tantangan ke depan.

Bank Indonesia dan Bank of Thailand meyakini bahwa penguatan kerja sama antar otoritas di tingkat bilateral, regional, dan multilateral menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah ketidakpastian perekonomian global yang tinggi.

Bank sentral negara tersebut meneguhkan komitmen untuk terus memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua bank sentral, termasuk melanjutkan pertemuan bilateral dalam tataran Pimpinan Bank Sentral maupun dalam tataran teknis.




RI, Thailand dan Malaysia Kini Lebih Pede Dagang Tanpa Dolar AS
(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com