Jelang BBM Naik, Rupiah Loyo
Rabu, 28 Sep 2005 09:31 WIB
Jakarta - Menjelang kenaikan harga BBM 1 Oktober mendatang, nilai tukar rupiah semakin loyo. Pelaku pasar mengkhawatirkan munculnya demonstrasi besar-besaran yang akan menghadang rencana kenaikan harga BBM.Pada awal perdagangan Rabu (28/9/2005), rupiah dibuka langsung merosot ke level Rp 10.285 per dolar AS. Sementara pada penutupan perdagangannya kemarin, rupiah turun ke level Rp 10.275 per dolar AS."Kita khawatir ada resistensi dari masyarakat yang bisa mengganggu stabilitas politik dan ekonomi," ujar seorang analis valas dari sebuah bank BUMN. Pelemahan rupiah juga dipicu oleh melonjaknya kembali harga minyak dunia hingga level US$ 66 per barel. Sementara menjelang akhir bulan, demand dari korporasi pun semakin besar.Pelemahan rupiah ini juga sejalan dengan melemahnya mata uang lainnya di dunia terhadap dolar AS karena munculnya ekspektasi naiknya kembali suku bunga AS.Dolar AS bahkan menguat hingga posisi dua bulan terakhir terhadap euro dan posisi terkuat dalam 10 pekan terakhir terhadap yen Jepang. Tercatat euro merosot ke 1,2012 per dolar dari posisi sebelumnya 1,2070 per dolar. Sementara dolar berada di level 113,22 yen, dibandingkan sebelumnya 112,12 yen."Dolar terus menguat karena munculnya pandangan baru bahwa fed akan terus meningkatkan tingkat suku bunganya," ujar analis dari ABN Amro Tony Norfield seperti dikutip dari AFP.Presiden Federal Reserve Bank of Kansas City Thomas Hoenig dan Presiden Fed Chicago Michael Moskow mengatakan, perekonomian AS dalam kondisi baik meski baru saja diterpa dua badai yang dahsyat yakni Katrina dan Rita. Namun kedua pejabat Fed itu mengindikasikan kebijakan moneter ketat diperlukan untuk meredam inflasi.Pada 20 September lalu, Fed meneruskan rangkaian kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin untuk ke-11 kalinya menjadi 3,75 persen. Pelaku pasar meyakini, Fed akan terus menaikkan suku bunga hingga menjadi 4 persen.
(qom/)











































