NPL Debitor BNI Terancam Naik

Gara-gara BBM

NPL Debitor BNI Terancam Naik

- detikFinance
Kamis, 29 Sep 2005 14:42 WIB
Jakarta - Gara-gara BBM naik, rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) dari debitor PT BNI Tbk terancam meningkat. Hal ini karena kemampuan perusahaan dalam membayar utang semakin akan berkurang dengan naiknya biaya produksi."Perubahan dalam asumsi ekonomi makro pasti akan berpengaruh, seberapa besar pengaruhnya harus dihitung dengan baik, itu tidak bisa diukur," kata Dirut BNI Sigit Pramono usai acara seminar perpajakan di Wisma Antara Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (29/9/2005). Kenaikan BBM, kata Sigit, terutama akan mempengaruhi industri yang bergerak di sektor rill. Pasalnya, industri ini akan menambah ongkos produksinya yang berakibat pada keuntungan yang menurun. Sedangkan dampak terhadap industri perbankan, diakui Sigit, hanya akan berpengaruh secara tidak langsung pada biaya operasional. Meski begitu, BNI juga, lanjut Sigit, harus melakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) akibat kenaikan BBM. Penyesuaian ini dilakukan adalah karena melesetnya asumsi-asumsi ekonomi makro yang digunakan pada awal tahun dalam menghitung RKAP. Seperti target inflasi, nilai tukar rupiah dan suku bunga termasuk perolehan laba bersih."Yang paling ujung, profit BNI pasti ada penyesuaiannya," aku Sigit. Sebelumnya BNI menargetkan laba bersih 2005 mencapai Rp 3 triliun. Namun angka ini diperkirakan sulit dicapai karena perubahan ekonomi yang terjadi belakangan. Mengenai rencana penerbitan obligasi subordinasi, Sigit mengaku, penerbitan obligasi baru akan dilakukan pada tahun depan. "Tetapi kalau ada perubahan yang signifikan dalam waktu tiga bulan ini kita akan coba masuk ke pasar," paparnya. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads