Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 22 Apr 2019 13:42 WIB

Bayar Tunggakan Polis, Jiwasraya bakal Terbitkan Surat Utang

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya/detikcom Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta - Kementerian BUMN menyatakan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) akan menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN). Langkah ini sebagai upaya membayar tunggakan polis Rp 802 miliar.

Deputi Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan sudah ada calon pembeli siaga terhadap obligasi yang akan diterbitkan Jiwasraya tersebut, namun dia tak merinci standby buyer tersebut.

"Sedang proses. Ada, sudah ada (pembeli siaga). Sudah ada tinggal tunggu saja," kata Gatot di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (22/4/2019).


Rencananya, proses penerbitan obligasi itu akan dilakukan mulai bulan depan. Gatot menjelaskan, nantinya Jiwasraya akan masuk menjadi bagian dari holding BUMN asuransi. Holding asuransi ini berbeda dengan holding jasa keuangan yang sekarang sedang dibentuk.

Gatot menyebut holding asuransi ditargetkan untuk terbentuk tahun ini.

"Nanti kita punya holding asuransi sendiri. Jadi kita punya holding bank sendiri asuransi sendiri. Tahun ini. Jadi asuransi dan perbankan tahun ini. Semua berjalan beriringan," tuturnya.

Perlu diketahui, saat ini Kementerian BUMN juga tengah mengoptimalkan kinerja Jiwasraya melalui program sinergi BUMN antara Jiwasraya dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero).


Selain bakal mengelola dana pensiun, upaya sinergi BUMN ini juga akan menyasar pengembangan produk-produk asuransi tradisional Jiwasraya mulai dari asuransi kesehatan, asuransi perjalanan (travel assurance) dan asuransi jiwa, hingga unit link.

Manajemen Jiwasraya juga melakukan sejumlah langkah strategis dalam rangka meningkatkan pendapatan dan memenuhi kewajiban pemegang polis Jiwasraya. Salah satunya dengan menerbitkan produk-produk asuransi yang bersifat mikro dan kekinian dengan memanfaatkan digital platform, efisiensi beban operasional, meningkatkan pemanfaatan aset tidak produktif, hingga pada membenahi portofolio investasi sehingga tidak lagi mengalami ketidakcocokan yang mengakibatkan penundaan pembayaran polis.

Jiwasraya saat ini masih dalam kondisi tertekan karena manajemen kurang berhati-hati. Perseroan pun menunggak pembayaran polis senilai Rp 802 miliar. Jiwasraya menunggak pembayaran polis terhadap 17.000 peserta produk JS Saving Plan. Perseroan tidak mampu memenuhi pembayaran bunga bagi para peserta yang mendapatkan bunga 7% dalam setahun.

(fdl/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com