Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 24 Apr 2019 16:48 WIB

BRI Kantongi Laba Rp 8 T di Kuartal I-2019

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
BRI/Foto: Ardan Adhi Chandra BRI/Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kuartal I-2019 mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 8,2 triliun atau tumbuh 10,42% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Total aset perseroan tercatat Rp 1.279,86 triliun tumbuh 14,35%.

Wakil Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan perolehan laba bersih ini karena didorong penyaluran kredit yang mencapai Rp 855,47 triliun atau tumbuh 12,91% dibanding kuartal I-2018 Rp 757,68 triliun.

"Pencapaian ini disokong oleh penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh double digit di atas rata-rata industri perbankan nasional serta perbaikan kualitas kredit bermasalah," ujar Sunarso dalam konferensi pers di kantor pusat BRI, Jakarta, Rabu (24/4/2019).


Secara rinci, dari penyaluran kredit untuk segmen mikro tumbuh 13,17%, kredit konsumer 9,63%, kredit ritel dan menengah tumbuh 13,47% serta korporasi tumbuh 14,15%.

Kredit mikro masih menjadi porsi terbesar penyaluran kredit BRI dengan andil 33,21% dari seluruh portofolio pinjaman, angka ini naik dibandingkan dengan posisi Maret tahun lalu sebesar 33,13%.

Khusus untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), di tahun 2019 Bank BRI mendapatkan alokasi breakdown dari pemerintah sebesar Rp 86,97 triliun. Hingga akhir Maret 2019, BRI berhasil menyalurkan Rp 25,32 triliun kepada lebih dari 1,2 juta debitur atau setara 29,11% dari total target yang telah ditetapkan.

Kinerja segmen mikro BRI didorong oleh keberhasilan perseroan melakukan digitalisasi pada proses bisnis, salah satunya melalui aplikasi BRISPOT. Aplikasi ini merupakan sebuah terobosan digital Bank BRI untuk membuat proses kredit mikro lebih cepat, efisien, paperless dan digital base.

"Saat ini seluruh tenaga pemasar mikro BRI telah menggunakan BRISPOT dalam melakukan proses kredit, dan hal tersebut terbukti efektif karena proses kredit mikro di BRI menjadi lebih sangat cepat," ujar dia.


Sementara itu untuk dana pihak ketiga, tercatat Rp 936,03 triliun tumbuh 13,18% dibandingkan kuartal I 2018 827,06 triliun.

"Komposisi dana murah menjadi penopang utama DPK BRI, dimana tumbuh 14,01% secara yoy sehingga saat ini komposisi CASA BRI menjadi 56,28%," kata dia.

BRI juga berhasil menjaga kualitas kredit yang disalurkan. Hal tersebut tercermin dari perbaikan rasio kredit bermasalah, di mana hingga akhir Maret 2019 NPL BRI tercatat 2,41% atau lebih rendah dibandingkan NPL posisi akhir Maret 2018 yakni sebesar 2,46%. Sedangkan untuk NPL coverage dari semula 174,81% menjadi 182,86% di akhir Maret 2019. (kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com