Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 25 Apr 2019 17:58 WIB

Mengapa Bunga Acuan BI Masih Ditahan di 6%?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Bank Indonesia (BI) masih menahan suku bunga acuan atau BI 7 days reverse repo rate di level 6%. Selain itu suku bunga deposit facility 5,25% dan lending facility 6,75%.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan indikator kondisi global yang lebih ramah bagi prospek aliran modal masuk asing. Selain itu, BI melihat Fed Fund Rate (FFR) diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga pada tahun dan tahun depan.

"FFR tidak jadi naik, tapi ekonomi global menurun sehingga kita perlu mendorong ekspor," ujar Perry dalam konferensi pers di Gedung BI, Kamis (25/4/2019).

Kemudian Perry menjelaskan indikator pertumbuhan ekonomi cukup baik didorong oleh konsumsi dan investasi. Namun, BI memandang permintaan domestik masih perlu diperkuat agar PDB terus meningkat.

Kemudian untuk inflasi BI optimis masih sesuai dengan sasaran yakni 3,5% plus minus 1%. Posisi rupiah yang bergerak pada kisaran Rp 14.200-14.000 per dolar AS dinilai cukup stabil.


Cadangan devisa RI periode Maret 2019 US$ 124,5 miliar. Saat ini BI juga masih melihat risiko kenaikan defisit transaksi berjalan pada kuartal kedua akibat faktor musiman didorong oleh pembayaran bunga dividen.

"Musiman pada kuartal II/2019, defisit transaksi berjalan memang bergerak naik, tapi kami pastikan akan di bawah 3%," ungkap Perry.

Di sisi lain, Perry menegaskan pihaknya akan memantau stabilitas eksternal pada bulan-bulan berikutnya untuk memastikan neraca pembayaran keseluruhan dapat surplus.

"Kami ingin pastikan pada kuartal II/2019, neraca pembayaran akan surplus," tegasnya.

(kil/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com