NPL Kredit Ritel Bakal Melonjak

Deputi Gubernur BI:

NPL Kredit Ritel Bakal Melonjak

- detikFinance
Senin, 03 Okt 2005 18:02 WIB
Jakarta - Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) debitur ritel perbankan diperkirakan melonjak akibat kenaikan harga BBM hingga lebih dari 100 persen.Kenaikan NPL disebabkan karena debitur ritel kemampuan mencicil utangnya berkurang akibat turunnya daya beli masyarakat."Segala macam kredit ritel itu bisa terpengaruh karena penghasilannya menurun," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Maman H. Soemantri kepada wartawan di sela-sela peresmian Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS), di Gedung Dhanapala, Depkeu, Jakarta, Senin (3/10/2005).Meskipun NPL debitur ritel naik, pengaruhnya terhadap NPL perbankan secara keseluruhan tidak akan terlalu besar. "Itu tidak langsung kelihatan, kita harus lihat lagi angkanya," katanya.Namun Maman mengakui bahwa perbankan saat ini lebih tahan menghadapi kejutan atas kebijakan kenaikan BBM dibanding beberapa waktu lalu. Hal ini dikarenakan BI sudah menerbitkan PBI yang menyatakan bahwa perbankan tidak boleh memiliki NPL di atas 5 persen."Dulu kita targetkan dalam enam bulan sudah dibawah 5 persen. Itu menolong juga. Kalau pun itu NPL naik, kita usahakan tidak lebih besar dari 5 persen," ujarnya.Maman mengakui, komposisi kredit ritel saat ini lebih besar dibandingkan korporasi sehingga kontribusi NPL-nya akan memberi efek yang signifikan terhadap NPL kredit secara keseluruhan. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads