Rupiah Mixed, Cenderung Melemah

Rupiah Mixed, Cenderung Melemah

- detikFinance
Selasa, 04 Okt 2005 09:51 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah mulai bergerak stabil setelah pelaku pasar menilai tidak ada dampak yang signifikan dari peristiwa bom Bali II terhadap perekonomian Indonesia. Namun pelaku pasar tetap mengkhawatirkan tingginya inflasi akibat kenaikan BBM yang akan diikuti oleh melemahnya pertumbuhan ekonomi. Meneg PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati sebelumnya mengatakan, akibat kenaikan BBM lebih dari 100 persen, inflasi diperkirakan bisa menembus level 12 persen. Angka tersebut jauh dari target APBN sebesar 9 persen. Pada perdagangan Selasa (4/10/2005), rupiah dibuka pada level Rp 10.335 per dolar AS. Rupiah diprediksi tetap bergerak mixed dengan kecenderungan melemah,Pada perdagangan kemarin, rupiah akhirnya ditutup melemah tipis di level Rp 10.305 per dolar AS, setelah pada awal perdagangan sempat merosot hingga Rp 10.400 per dolar AS.Sementara dolar AS tercatat menguat posisinya terhadap mayoritas mata uang dunia lainnya setelah keluarnya data perekonomian AS yang diperkirakan membuat bank sentral AS kembali menaikkan suku bunganya. Euro melemah ke 1,1917 per dolar, dibandingkan level sebelumnya 1,2023 per dolar. Sementara dolar juga menguat terhadap yen Jepang ke level 114,11 yen, dibandingkan sebelumnya di level 113,46 yen, yang merupakan level tertinggi sejak Mei 2004. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads