Fitch Beri Peringkat BB- untuk Global Bond Indonesia
Selasa, 04 Okt 2005 15:05 WIB
Jakarta - Lembaga pemeringkat internasional Fitch Rating memberikan peringkat BB- (BB minus) untuk obligasi internasional atau global bond Indonesia senilai US$ 1,25 miliar dengan jangka waktu 10 dan 30 tahun.Obligasi dengan denominasi dolar AS ini akan diterbitkan pada 5 Oktober. Bertindak sebagai lead manager adalah Citigroup, Credit Suisse First Boston dan Merrill Lynch.Dalam siaran pers yang dipublikasikan Selasa (4/10/2005), Fitch memberi catatan soal kenaikan harga BBM 1 Oktober lalu yang dinilai melebihi ekspektasi.Namun keputusan yang diambil pemerintah tersebut bersamaan dengan kebijakan moneter ketat yang diambil Bank Indonesia menunjukkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga proses kesinambungan fiskal dan membantu stabilitas nilai tukar."Fitch percaya bahwa kombinasi kebijakan antara menaikkan tingkat suku bunga dan pemangkasan subsidi secara bertahap akan mengurangi kecemasan investor tentang efek lonjakan harga minyak terhadap fiskal, serta implikasi permintaan dolar yang tinggi dari Pertamina terhadap nilai tukar rupiah," ujar Ai Ling, Associate Director Fitch Asian Sovereign.Fitch memuji keberhasilan pemerintah yang berhasil melalui proses yang sulit, baik dari DPR maupun berbagai tentangan, hingga berhasil mendapat persetujuan untuk memberikan subsidi BBM hanya Rp 89,2 triliun. Pemangkasan subsidi tersebut disertai dengan pemberian kompensasi kepada penduduk miskin.Fitch juga memberi catatan tentang peristiwa bom Bali II yang dikhawatirkan merusak kedatangan kembali turis asing. Padahal selama ini jumlah turis asing yang datang sudah berkurang akibat peristiwa bom Bali I pada 12 Oktober 2002 lalu, dan juga adanya tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004.Namun demikian, Fitch meyakini bahwa dampak serangan teroris terhadap perekonomian Indonesia dapat diisolasi dan dikurangi. Hal ini berdasarkan fakta bahwa turisme hanya memberikan kontribusi sekitar 2 persen terhadap perekonomian Indonesia. Sementara Bali hanya memberikan kontribusi 1,2 persen terhadap perekonomian Indonesia secara keseluruhan.Fitch menilai, perekonomian Indonesia masih dapat tumbuh dengan kuat, dengan bukti-bukti pulihnya investasi sebagaimana pertumbuhan ekspor. Faktor-faktor tersebut dapat membantu pertumbuhan PDB Indonesia secara berkesinambungan pada kisaran 5 persen pada tahun 2005 dan 2006.Fitch mencatat, jika pemerintah gagal menjaga stabilitas makro ekonomi dan juga agenda reformasinya, maka peringkat Indonesia dapat terpuruk di masa mendatang.
(qom/)











































