BI Rate Naik Lagi Jadi 11 Persen

Inflasi Bisa Capai 12%

BI Rate Naik Lagi Jadi 11 Persen

- detikFinance
Selasa, 04 Okt 2005 16:01 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) akhirnya kembali menaikkan tingkat BI rate menjadi 11 persen. Kenaikan BI rate ini merupakan upaya BI untuk mengendalikan inflasi yang diperkirakan mencapai 12 persen pada tahun ini.Kebijakan kenaikan BI rate tersebut disampaikan Gubernur BI Burhanuddin Abdullan dalam jumpa pers di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (4/10/2005).Dengan revisi ini, berarti BI rate sudah empat kali mengalami perubahan.Saat pertama kali diluncurkan pada 5 Juli lalu, BI rate berada di level8,5 persen.Namun seiring kenaikan suku bunga Fed pada 9 Agustus, BI rate kembalidinaikkan menjadi 8,75 persen. Dan saat rupiah merosot hingga menembus levelterendah dalam empat tahun terakhir, BI rate dinaikkan secara drastismenjadi 9,5 persen.Dan pada 6 September lalu, BI akhirnya menaikkan BI rate menjadi 10 persen dalam rangka mengendalikan inflasi."Kenaikan BI rate merupakan respons kebijakan BI untuk mengarahkan ekspektasi inflasi agar sesuai capaian sasaran inflasi jangka menengah dan tetap yang mencerminkan tingkat suku bunga real yang wajar," ujar Burhanuddin.Burhanuddin menambahkan, pertimbangan BI menaikkan BI rate adalah karena ke depan pertumbuan ekonomi 2005 dan 2006 diperkirakan sedikit lebih rendah dari perkiraan yakni mencapai masing-masing 5,7 persen dan 5,9 persen. Semula pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 5,9 persen dan 6,1 persen masing-masing untuk tahun 2005 dan 2006.Selain itu, kinerja ekspor diperkirakan juga akan lebih rendah sejalan dengan rendahnya volume perdagangan dunia. Dengan demikian kinerja neraca pembayaran juga diperkirakan masih belum membaik. Di bidang harga, kenaikan harga BBM akan menjadi sumber tekanan inflasi ke depan. BI memperkirakan tingkat inflasi indeks harga konsumen dalam beberapa bulan ke depan meningkat cukup tajam. Tekanan inflasi juga diperkuat oleh faktor musiman terkait dengan hari besar keagamaan. Tambahan inflasi dapat mencapai 2,25 persen hingga 3 persen selama tiga bulan terakhir. BI memperkirakan inflasi akhir tahun sekitar 12 persen. BI memandang, meningkatkan ekspektasi inflasi dan nilai tukar dapat meningkatkan risiko ketidakstabilan makro ekonomi. Dan upaya menjaga kestabilan makro ekonomi diperlukan untuk menjaga keberlangsungan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads