BI: Rupiah Masih Undervalue

Bisa Menguat 9 Persen Lagi

BI: Rupiah Masih Undervalue

- detikFinance
Selasa, 04 Okt 2005 16:48 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai nilai tukar rupiah yang kini bercokol di level Rp 10.000-an per dolar AS masih undervalue. Rupiah masih berpeluang menguat hingga 9 persen lebih. "Menurut hitung-hitungan kita, real effective masih di atas 90-an. Jadi rupiah pada level sekarang itu undervalue sekali, dan ruang untuk menguatnya masih sekitar 9 persenan," kata Deputi Gubernur BI Aslim Tadjudin dalam jumpa pers di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (4/10/2005).Pada perdagangan hari ini, rupiah akhirnya ditutup menguat 100 poin ke level Rp 10.195 per dolar AS. Pada awal perdagangan, rupiah masih melemah pada level Rp 10.335 per dolar AS.Untuk mendongkrak nilai tukar rupiah, maka pasokan dolar harus terus ditambah. Menurut Aslim, setidaknya ada tiga strategi yang bisa ditempuh untuk menambah pasokan dolar yakni meningkatkan ekspor, menarik modal asing dari luar negeri dan mengurangi nilai impor. Mengenai repatriasi hasil ekspor untuk menambah pasokan dolar, Aslim mengaku bahwa kebijakan tersebut masih sekadar wacana. Namun repatriasi yang dilakukan secara sukarela akan lebih efektif dan akan memberikan hasil pada penguatan rupiah. Selain itu agar repatriasi dapat berjalan, maka perbankan harus dapat memberikan suku bunga yang kompetitif dibandingkan suku bunga yang ada di bank-bank di luar negeri. "Harapan kita, para eksportir akan menempatkan dana hasil ekspornya di Indonesia," ujar Aslim.Perbankan Indonesia juga dapat mengurangi biaya-biaya yang dikenakan kepada eksportir ataupun investor yang menempatkan dananya di bank-bank di dalam negeri. Aslim juga berharap kebijakan moneter yang ditempuh BI antara lain dengan menaikkan BI rate dapat membuat kurs rupiah menjadi stabil dan menguat. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads