Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 17 Mei 2019 11:23 WIB

Hati-hati! Tukar di Inang-inang Berisiko Dapat Uang Palsu

Trio Hamdani - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Fadhly Fauzi Rachman Ilustrasi/Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengingatkan masyarakat agar melakukan penukaran uang baru untuk kebutuhan Lebaran di tempat-tempat resmi. Hal itu guna menghindari risiko yang tidak diinginkan. BI sendiri saat ini membuka 2.941 titik penukaran uang bekerjasama dengan perbankan.

Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi menjelaskan, pihaknya memang tidak bisa mengendalikan calo-calo yang menyediakan layanan tukar uang secara tidak resmi. Untuk itu, pihaknya lebih mengimbau masyarakat untuk menghindari calo atau biasa disebut 'inang-inang'.

"Of course yes (kita tidak bisa membendung calo penukar uang), tapi lebih baik dari satu pihak si penukarnya kita bendung," katanya di sela-sela meninjau aktivitas penukaran uang di kawasan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019).


Dia mengingatkan risiko menukar uang di tempat tidak resmi bisa saja mendapatkan uang palsu. Terlebih bila menukar lewat calo, masyarakat harus membayar lebih untuk biaya jasa buat si calo.

"Nah risiko bahwa di antara gepokan itu diselipin yang palsu, maybe. Dan juga akan membayar lebih, kenapa harus membayar lebih nukar itu. Kalau (nukar) Rp 1 juta kenapa harus jadi (bayar) Rp 1 juta berapa begitu. Lebih baik kan begini (di tempat resmi)," ujarnya.

Demi menghindari risiko yang tidak diinginkan, dia mengimbau masyarakat untuk menukar uang di tempat resmi yang sudah disediakan.

"Kita lebih baik mengimbau masyarakat penukar tolong lah kepada masyarakat karena ini titik-titik penukarannya sudah kita perbanyak tolong lah menukar di tempat-tempat yang dinyatakan aman untuk menukar yaitu bahwa uangnya pasti asli," tambahnya.

Pihaknya pun sudah berupaya meminimalisir keberadaan calo dengan membatasi setiap orang dengan satu KTP cuma bisa menukar uang satu kali selama 3 hari.

"Ini salah satu cara juga mengapa kita tidak memberikan loss (menukar uang tanpa batasan), itu jadi kita satu orang Rp 3,9 juta, aplikasinya 3 hari, 3 hari itu seperti itu karena mereka balik lagi balik lagi. Jadi kita dalam aplikasi 3 hari," paparnya.


Dia juga memastikan calo tak bisa mengakali dengan menukar uang di beberapa titik dalam satu hari. Pasalnya KTP yang digunakan di satu lokasi akan terdata jika digunakan di titik penukaran lainnya.

Namun, bagaimana jika ada calo mengakali dengan menggunakan KTP yang berbeda-beda?

"Apabila dia punya adik terus kemudian punya lagi paman, saya nggak tahu lagi," tambahnya.



Tonton juga video Lebaran Belum Nampak, Warga Kendari Sudah Antre Tukarkan Uang:

[Gambas:Video 20detik]

(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed