Pelepasan 5-8% Saham BRI dan Bank Mandiri Mungkin Ditunda

Pelepasan 5-8% Saham BRI dan Bank Mandiri Mungkin Ditunda

- detikFinance
Rabu, 05 Okt 2005 15:18 WIB
Jakarta - Pemerintah kemungkinan besar menunda pelepasan 5-8 persen saham BRI dan Bank Mandiri yang semula direncanakan pada tahun ini. Pemerintah masih menunggu waktu yang tepat untuk mendapatkan harga yang baik. "Itu masih wacana. Untuk Bank Mandiri (pasarnya) jelek sekali," kata Sekretaris Meneg BUMN Said Didu kepada wartawan di kantor Meneg BUMN, Jalan DR Wahidin, Jakarta, Rabu (5/10/2005).Menurut Said, untuk saham yang dilepas biasanya harus memiliki price to book value (PBV) di atas 2 kali. Berdasarkan data dari Kementerian Negara BUMN, untuk Bank Mandiri saat ini PBV-nya masih 1,33 kali, BRI 2,91 kali dan BNI 1,93 kali.Saat dikonfirmasi bahwa saham kedua bank itu harus dilepas tahun ini untuk menutup setoran privatisasi, Said mengatakan bahwa Meneg BUMN sesuai UU bisa saja membatalkannya. "Itu kalau memenuhi UU APBN. Di dalam PP No 33 tahun 2005 tentang privatisasi, menteri itu punya kewenangan kalau melihat kondisi pasar jelek, itu bisa membatalkan. Itu ada kewenangan itu. Ada fleksibilitasnya," ujar Said. Sebelumnya, Menko Perekonomian Aburizal Bakrie mengatakan, pemerintah bermaksud melepas 5-8 persen saham di kedua bank pelat merah tersebut. Hasil privatisasi akan digunakan untuk menutup setoran APBN 2005 yang ditargetkan sebesar Rp 3,5 triliun. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads