Pemerintah Rencanakan Buy Back Sisa Obligasi Rp 4-5 T

Pemerintah Rencanakan Buy Back Sisa Obligasi Rp 4-5 T

- detikFinance
Kamis, 06 Okt 2005 15:00 WIB
Jakarta - Pemerintah masih akan melakukan buy back sebesar Rp 4-5 triliun sampai akhir tahun 2005 dalam rangka reprofiling obligasi negara. Selain buy back, alternatif lainnya adalah debt switching.Demikian diungkapkan oleh Dirjen Perbendaharaan Negara Departemen Keuangan (Depkeu) Mulia P Nasution, di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (6/10/2005).Dijelaskan Mulia, pemerintah sampai Oktober 2005 sudah menerbitkan obligasi negara Rp 46,5 triliun termasuk di dalamnya obligasi internasional. Jumlah itu sudah termasuk pelunasan cash buy back yakni Rp 17,7 triliun ditambah kewajiban Rp 3 triliun, sehingga totalnya Rp 20,8 triliun.Sedangkan netto obligasi yanag harus diterbitkan dalam APBN 2005 sebesar Rp 22 triliun. Sehingga dari jumlah yang sudah diterbitkan Rp 46,5 miliar dikurangi penerbitan netto Rp 22 triliun sebesar Rp 24,5 triliun untuk buy back. Dari jumlah Rp 24,5 triliun yang sudah dilakukan debt buy back Rp 20,8 triliun, sehingga angka selisihnya digunakan buy back. "Dengan demikian persediaan uang kita untuk melakukan reprofiling yang berupa cash buy back dan debt switching sesuai target APBN sebesar Rp 22 triliun. Maka masih ada Rp 4-5 triliun dan ini sangat mencukupi untuk memperbaiki reprofiling obligasi sampai 2009," kata Mulia.Dia mengharapkan, dengan adanya reprofiling berupa buy back dan debt switching ini akan membuat beban negara berkurang. "Kita mengharapkan pada tahun-tahun yang akan datang tidak punya beban obligasi negara lagi yang seperti sekarang terlalu berat," jelasnya. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads