Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 28 Mei 2019 13:13 WIB

Ramai Ajakan Rush Money, Bos OJK: Jangan Dibesar-besarkan

Trio Hamdani - detikFinance
Ketua OJK Wimboh Santoso/Foto: Grandyos Zafna Ketua OJK Wimboh Santoso/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pasca aksi 22 Mei yang menuntut kecurangan Pilpres 2019, gerakan untuk mengajak masyarakat menarik uang secara besar-besaran di bank alias rush money bergulir. Hal tersebut sebagai bentuk protes terhadap hasil Pilpres.

Menanggapi itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso meminta isu tersebut tidak dibesar-besarkan. Menurutnya menyimpan uang di bank malah memberikan manfaat positif.

"Jangan terlalu dibesar-besarkan itu. Itu nggak ada argumentasinya. Jadi uang itu justru dimasukkan dalam sistem agar ini industri keuangan ini bisa menyalurkannya untuk kegiatan ekonomi," katanya ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (28/5/2019).


Dia mengakui pembangunan negara tidak mungkin bisa dilakukan jika masyarakat menarik uang secara besar-besaran dari sistem keuangan.

"Itu kan artinya nggak mungkin dong kalau kita namanya membangun negara itu menarik uang besar-besaran," ujarnya.


Lanjut Wimboh, menyimpan uang secara tunai sebenarnya tidak memberikan banyak manfaat ketimbang menyimpan di bank.

"Tapi kalau taruh di bank ya uang itu bukan berarti hilang uangmu, tapi oleh bank kalau jutaan orang uangnya banyak (di bank) itu bisa dipinjamkan untuk aktivitas ekonomi, mempekerjakan orang ya dan juga bisa ekspor syukur-syukur. Jadi bisa memperkuat negara ini," tambahnya. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com