Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 29 Mei 2019 13:10 WIB

Kisah Inang-inang: 20 Tahun Bertahan Hidup Jadi 'Bank Berjalan'

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Inang-inang di Kawasan Kota Tua/Foto: Eduardo Simorangkir Inang-inang di Kawasan Kota Tua/Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - "Saya punya anak 6, sudah berumah tangga 4 orang. Sudah bisa saya pestain, ala kadarnya dari ini," kata Irma (nama samaran), seorang 'inang-inang' yang ditemui di salah satu sudut kawasan Kota Tua, Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Pengakuan Irma tersebut merupakan salah satu buah dari pekerjaan yang telah dilakoninya selama 20 tahun menjadi seorang 'inang-inang'. Inang-inang merupakan bahasa batak yang artinya ibu-ibu. Panggilan ini kerap dialamatkan kepada mereka yang menawarkan jasa penukaran uang karena umumnya berasal dari Tanah Batak.

Wanita paruh baya kelahiran Balige, Sumatera Utara tersebut mengaku menggantungkan hidupnya sebagai 'bank berjalan' khusus penukaran uang sejak suaminya pensiun.

"Kalau saya karena suami saya sudah pensiun, jadi istilahnya inilah pencarian saya. Ini lah kerja saya jadinya. Sudah hampir 20 tahun saya kerja begini," kata Irma.


Menawarkan jasa penukaran uang dilakoninya sehari-hari karena kebutuhannya juga terus ada. Selain menjelang Lebaran, Irma juga menawarkan penukaran uang di hari-hari biasa yang umumnya dipakai oleh para pengusaha kelontong, pertokoan hingga hajatan.

Bulan ini juga menjadi berkah tersendiri bagi Irma. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, jasa penukaran uang ibarat memasuki musim panen.

"Ibaratnya inilah musim panennya," kata dia.

Dalam sehari, Irma biasanya berhasil menukarkan uang hingga Rp 10 juta. Bahkan bisa lebih besar lagi, tergantung rezeki katanya.

Irma bilang uang receh yang disediakannya berasal dari 'bos' yang mempunyai sumber yang lebih banyak. Untuk nominal Rp 1 juta misalnya, dia bisa membeli hanya dengan menambahkan uang Rp 20.000. Jika ditukarkan lagi, tentu uang yang dia dapat bisa lebih banyak lagi.

"Sekarang sudah Rp 35.000 (harga belinya untuk Rp 1 juta) karena besok sudah libur. Nanti hari Senin bisa lebih mahal lagi. Tergantung keluarnya dari bos-bos," kata Irma.


Irma mengaku uang receh yang ditawarkannya seluruhnya adalah uang asli. Dia bilang, selama uang yang ditawarkannya adalah uang asli, maka tak ada kekhawatiran baginya untuk menawarkan jasa penukaran uang tersebut.

Bisanya para 'inang-inang' ini mulai menjajakan 'dagangannya' tersebut mulai dari pagi pukul 07.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB malam. Namun bagi Irma yang sudah 20 tahun menjadi kas berjalan tersebut, memangkas waktu bekerjanya hingga pukul 18.00 WIB saja.

"Kita yang sudah tua-tua ini sampai sore saja," katanya. (eds/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed