Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 30 Mei 2019 15:15 WIB

Target The Most Valuable Bank di Asean pada 2022, Ini Strategi BRI

Mustiana Lestari - detikFinance
Foto: dikhy sasra Foto: dikhy sasra
Bangkok - Sudah 3 tahun PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) di bawah kepemimpinan Suprajarto menorehkan sejumlah prestasi. Terakhir, baik Suprajarto maupun BRI mendapat penghargaan bergengsi The Asian Banker sebagai The Asian Banker CEO Leadership Achievement Award for Indonesia dan The Best Managed Bank in Indonesia di Bangkok, Thailand.

Tak mau berhenti di situ, kini sejumlah target telah ditetapkan oleh Suprajarto, salah satunya menjadi The Most Valuable Bank di Asia Tenggara pada 2022.

"Memang selama ini masih ada yang belum kita manfaatkan dan kita maksimalkan potensinya yaitu bagaimana kita menggerakkan unit kerja yang luar biasa dan kita punya satelit sehingga kita bisa lebih produktif kemudian kita sudah lama fokus micro medium enterprise dan ini akan memberikan benefit untuk BRI," jelas dia usai menerima penghargaan dari majalah ekonomi dunia di Bangkok, Thailand, Rabu (29/5/2019).

Ada beberapa strategi yang diterapkan Suprajarto untuk mencapai tujuannya tersebut. Misalnya dengan menyesuaikan kultur di perusahaannya serta mendorong SDM milenial untuk mengembangkan potensinya.


Kultur yang sebenarnya telah dijalankan tersebut, menurutnya terbukti berhasil dengan pertumbuhan bank yang semakin bagus.

"Ada fine tuning kalau gak, SDM akan sulit. Kita lebih banyak membangun komunitas, kita bangun milenial kita dorong mereka menjabat jabatan strategis. Kita dorong sekolah di luar negeri. Banyak yang kita lakukan karena kita pengen BRI enggak hanya di Indonesia tapi ingin global," tambah pemenang The Marketeer of the Year 2018 ini.

Tak hanya itu, pria yang pernah berkiprah di Bank BNI ini juga mempersiapkan perusahaannya untuk menghadapi digital business yang semakin meluas.

"Kita terus mengembangkan itu dan fokus mengembangkan ekosistem juga digital loan dan pada 1 juli akan penetrasi pasar yang luar biasa. Karena ini sebenarnya sudah mulai pada 2018 awal dan sudah diaplikasikan dan tinggal dikembangkan," tandas dia.

Dengan begitu, diharapkan akan mempermudah BRI mencari nasabah serta memberi kenyamanan kepada para nasabah untuk melakukan segala transaksi, seperti membuat rekening dan pinjaman mikro.


"Sekarang sudah digital loan dengan ekosistem bisa tergarap dengan maksimal, value chain kita lebih baik dan efisien. Jumlah tenaga kerja dan SDM yang jauh lebih sedikit tapi lebih cepat serta memberi kenyamanan untuk nasabah," tutupnya (prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com