Dana Global Bond Bisa Angkat Rupiah Dibawah 10.000
Kamis, 13 Okt 2005 17:55 WIB
Jakarta - Pemerintah optimistis nilai tukar rupiah akan menguat dibawah Rp 10.000 per dolar AS pada kisaran Rp 9.500-Rp 9.800, menyusul masuknya dana hasil penerbitan global bond Rp 15 triliun."Insya Allah itu akan memperkuat rupiah bisa dibawah level Rp 10.000," kata Menko Perekonomian Aburizal Bakrie di Gedung Depkeu Lapangan Banteng Jakarta, Kamis (13/10/2005). Menurut Ical, masuknya dana itu akan memperkuat cadangan devisa. Pemerintah juga berharap dana ini bisa menjaga kelangsungan fiskal negara. Mengenai pelemahan rupiah beberapa hari terakhir ini, Ical melihat, bukan sebagai pelemahan karena masih terjaga di level Rp 10.100 per dolar AS. "Menurun berapa? Kan masih Rp 10.100 itu bukan melemah, kalau turun naik bagaimana dengan bursa. Kalau melemah lompat gitu lho," kata Ical sambil bercanda.Dana hasil penerbitan global bond sudah masuk ke rekening pemerintah di Bank Indonesia (BI) pada Kamis (13/10/2005) pukul 00.30 WIB.Namun dana tersebut akan dikurangi biaya atau fee untuk joint lead manager masing-masing 0,1% atau 10 poin untuk INDO 16 yang berjangka waktu 10 tahun sebesar US$ 900 juta dan 0,2% atau 20 poin untuk INDO 35 yang berjangka waktu 30 tahun sebesar US$ 600 juta.
(ir/)











































