PermataBank Syariah Sulit Capai Target Pembiayaan Rp 200 M
Jumat, 14 Okt 2005 12:24 WIB
Jakarta - Karena masih baru dan belum genap setahun, PermataBank Syariah yang merupakan unit usaha PT Bank Permata Tbk, kesulitan mencapai target pembiayaan tahun ini sebesar Rp 200 miliar. Sampai September saja pembiayaan yang sudah disalurkan baru sebesar Rp 55,591 miliar. "Sulit untuk mencapai target karena tinggal tiga bulan lagi. Memang dalam setahun ini kita banyak belajar dulu jadi tidak terlalu ngoyo," kata Ismi Kushartanto, General Manager Bank Permata Syariah disela peluncuran tiga kantor cabang pembantu syariah di Kantor Bank Permata, Jalan Kemang Raya, Jakarta, Jumat (14/10/2005).Bentuk-bentuk pembiayaan PermataBank Syariah antara lain, murabahah, mudharabah dan musyarakah. Menurut Ismi, pembiayaan yang dilakukan masih terfokus ke sektor UKM, sekolah, dan transportasi.PermataBank Syariah yang baru didirikan pada November 2004, per 30 September 2005 memiliki dana pihak ketiga Rp 42,397 miliar atau naik 281 persen dibanding posisi 30 Juni yang sebesar Rp 11,148 miliar.Sedangkan total aset sampai 30 September 2005 meningkat menjadi Rp 106,37 miliar dibanding posisi Juni yang sebesar Rp 13,986 miliar. Sampai akhir tahun total aset ditargetkan mencapai Rp 200 miliar.Mengenai tingginya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang kini di level 11 persen, diakui Ismi memang cukup memberatkan terutama dalam penyaluran pembiayaan. "Tapi kita belum akan naikkan beban bagi hasil," kata Ismi. Namun tingginya SBI belum akan mengganggu NPL (Non Performing Loan). "NPL kita masih lumayan tidak bermasalah, tapi kita kan juga masih baru belum pas setahun. Tapi kenaikan SBI ini agak berat karena target market nasabah kita sama dengan bank konvensional, umumnya nasabah punya rekening di bank lain," jelasnya.Sampai saat ini PermataBank Syariah telah memiliki 5 kantor cabang pembantu, empat berlokasi di Jakarta dan satu di Bandung. Hingga akhir tahun PermataBank Syariah masih akan membuka dua cabang di Surabaya dan Bandung.Untuk pembukaan cabang ini, menurut Ismi, semuanya akan menyatu dengan bank konvensional Bank Permata. Ini untuk melakukan efisiensi dan mencapai pertumbuhan yang lebih cepat. PermataBank Syariah nantinya diharapkan bisa terintegerasi dengan Bank Permata yang memiliki 312 cabang.
(ir/)











































