Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 08 Jul 2019 18:28 WIB

Pengusaha RI Mau Kaji Penerapan Teknologi Blockchain

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Tim Infografis, Nadia Permatasari Foto: Tim Infografis, Nadia Permatasari
Jakarta - Pengusaha Indonesia memberi perhatian khusus terhadap teknologi blockchain. Itu dapat diterapkan dalam banyak aspek, termasuk sektor ekonomi. Teknologi blockchain ini dianggap masih relatif baru sehingga penerapannya perlu didorong.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Logistik dan Pengelolaan Rantai Pasok Rico Rustombi mengatakan, dalam mendorong hal tersebut, pihaknya bersama Blockchain Center of Execellence & Education (BCEE) akan menggelar Global Blockchain Summit (GBS) di Jakarta pada 29-30 Juli 2019.

"Penyelenggaraan Global Blockchain Summit di Indonesia tidak sebatas memperkenalkan teknologi ini ke Tanah Air, tetapi juga menunjukkan kesiapan Indonesia untuk mengimplementasikan teknologi terbaru dalam berbagai sektor ekonomi kepada teknokrat dan investor global," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (8/7/2019).


Kegiatan ini akan dihadiri oleh para pemangku kepentingan di bidang teknologi blockchain dan perwakilan dari berbagai negara dan kawasan, baik Asia, Eropa, maupun Amerika.

Rico juga menjelaskan, kegiatan tersebut akan mengulas kepentingan pembangunan berkelanjutan (SDGs), bisnis, industri, dan teknologi hingga ke proyeksi arah pembangunan dunia di era teknologi digital.

Pembahasan tersebut sesuai dengan karakter teknologi blockchain yang dapat diterapkan dalam banyak aspek seperti bisnis, layanan publik hingga riset ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Memang saat ini Blockchain di Indonesia masih digunakan secara terbatas pada beberapa sektor jasa, terutama logistik dan perbankan. Tapi, dengan keunggulan pada aspek keamanan, transparansi, dan efisiensi maka sangat terbuka kemungkinan teknologi ini akan diimplementasikan pada berbagai sektor lainnya, sebagaimana yang telah dilakukan di sejumlah negara maju," jelasnya.

Pendiri BCEE Vincent Choy, menjelaskan kegiatan di atas akan membawa manfaat bagi Indonesia di era Industri 4.0. Teknologi blockchain dan penerapannya sangat berpotensi mengubah pola kerja perusahaan maupun lembaga pemerintah.

"Teknologi ini menghadirkan paradigma baru bagi dunia bisnis. Secara khusus bagi Indonesia yang tengah mengupayakan strategi pengembangan industri 4.0. Blockchain dapat perkembangan bisnis dan pembangunan secara umummelakukan lompatan teknologi untuk mempercepat pencapaian target," ujarnya.


Perwakilan BCEE Indonesia Tubagus Mansyur Amin menambahkan, Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan pengguna internet tercepat di dunia. Tingkat pertumbuhannya bahkan tiga kali lebih cepat dibandingkan rata-rata pertumbuhan global pada 2017.

Dia memperkirakan pertumbuhan tersebut akan meningkat dua kali lipat pada 2023. Tingkat pertumbuhan cepat pengguna internet tersebut akan mempercepat perubahan wajah Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

"Teknologi digital berada di pusat perubahan tersebut dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, BCCE Indonesia berinisiatif menggelar Blockchain Summit di Jakarta. Event ini diharapkan menjadi katalisator pemanfaatan teknologi di Tanah Air agar Indonesia tidak tertinggal dalam perkembangan pembangunan ke depannya," tambahnya.

Simak Video "Ribuan Komputer Penambang Bitcoin Diamankan"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com