Defisit Anggaran AS 2005 Turun Jadi US$ 319 Miliar
Sabtu, 15 Okt 2005 17:02 WIB
Jakarta - Julukan Amerika sebagai negara dengan defisit anggaran terbesar belum lepas. Pada penutupan fiskal 2005 yang berakhir 30 September, AS mencatat defisit anggaran US$ 319 miliar.Defisit AS tahun ini lebih rendah dibanding tahun 2004 yang mencatat rekor tertingginya sebesar US$ 413 miliar. Pengumuman defisit dilakukan Departemen Keuangan AS pada Jumat (14/10/2005) waktu AS. Pemerintah AS menyatakan, untuk tahun 2005 ini terjadi peningkatan penerimaan pajak di luar perkiraan. Namun sebagian besar pendapatan pajak itu telah dibelanjakan untuk kepentingan pertahanan dan kesehatan."Defisit tahun ini yang lebih rendah dari perkiraan cukup membesarkan hati," kata analis treasury John Snow seperti dikutip AFP, Sabtu (15/10/2005).Sebelumnya pada awal Oktober, Kongres AS memperkirakan defisit sebesar US$ 317 miliar. Sedangkan Gedung Putih memprediksi sebesar US$ 333 miliar. Defisit sebesar US$ 319 miliar ini mencerminkan 2,6 persen dari produk domestik bruto (PDB).Belanja pemerintah tahun anggaran 2005 naik 7,9 persen menjadi US$ 2,473 triliun dibandingkan tahun lalu. Sedangkan pendapatannya naik 14,6 persen menjadi US$ 2,154 triliun."Menurunnya tarif pajak dan kebijakan yang pro pertumbuhan ekonomi telah menciptakan jutaan tenaga kerja dan adanya pertumbuhan ekonomi yang telah membuat penerimaan pajak meningkat dibanding tahun lalu," kata Snow.Pendapatan dari pajak individu meningkat menjadi US$ 927 miliar dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar US$ 808 miliar. Sedangkan pajak dari korporasi naik menjadi US$ 278 miliar dibandingkan tahun 2004 sebesar US$ 189 miliar. Dalam fiskal tahun ini, tercatat peningkatan belanja negara yang sangat besar di lima sektor yaitu pertanian, pertahanan, keamanan nasional, kesehatan dan pendidikan.Sektor pertahanan membelanjakan anggaran hingga US$ 474 miliar yang mengalami peningkatan US$ 4 miliar dari proyeksi semula. Analis menilai, membengkaknya anggaran militer terkait dengan tingginya harga minyak dunia dan meningkatnya aktivitas operasional dalam memerangi terorisme global.Untuk kesehatan dan pelayanan publik pemerintah mengeluarkan dana US$ 581 miliar serta pertanian sebesar US$ 85 miliar. Meski demikian sejumlah analis masih mengkhawatirkan defisit anggaran akan kembali membengkak pada 2006. Pasalnya, pemerintah masih akan mengeluarkan dana ekstra dari dampak badai Katrina. Selain itu juga masih dilakukannya operasi militer di Irak dan Afghanistan yang akan menggerogoti anggaran pertahanan.
(ir/)











































