Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 17 Jul 2019 18:16 WIB

Penyaluran Kredit Bank Mandiri Tembus Rp 690,5 T dalam 6 Bulan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk semester I 2019 mencatatkan penyaluran kredit Rp 690,5 triliun tumbuh 12,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh dua segmen utama, yakni CoRp orate dan Retail yang berfokus pada kredit micro dan consumer.

Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi Per Juni 2019, pembiayaan segmen CoRp orate secara bank only tumbuh rata-rata 21,2% yoy dengan ending balance konsolidasi mencapai Rp 338,4 triliun.


Kemudian untuk segmen micro banking secara bank only tumbuh rata-rata 23,6% yoy dengan ending balance konsolidasi mencapai Rp 110,4 triliun, dan kredit consumer secara bank only tumbuh rata-rata 9% dengan ending balance konsolidasi mencapai Rp 87,3 triliun.

"Untuk mengoptimalkan fungsi intermediasi perbankan, kami juga berupaya menjaga komposisi kredit produktif dalam porsi yang signifikan, yakni 77,4% dari total portofolio kredit Bank Mandiri dengan penyaluran kredit investasi mencapai Rp 242,3 triliun dan kredit modal kerja mencapai Rp 319,3 triliun" kata Hery dalam konferensi pers di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Untuk penyaluran kredit ke sektor tersebut mencapai Rp 203,4 triliun per Juni 2019 lalu dengan pertumbuhan mencapai 22,6%.

Saat ini Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan kepada 7 sektor utama yakni transportasi (Rp 39,6 triliun), tenaga listrik (Rp 43,9 triliun), migas & energi terbarukan (Rp 37,2 triliun), konstruksi (Rp 17,2 triliun), Jalan tol (Rp 17,1 triliun), telematika (Rp 22,6 triliun), perumahan rakyat & fasilitas kota (Rp 10,9 triliun), dan infrastruktur lainnya (Rp 14,7 triliun).

Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), periode Januari-Juni 2019 mencapai Rp 10,54 triliun dengan pertumbuhan mencapai 27,4% yoy atau sekitar 42% dari target tahun 2019 dengan jumlah penerima sebanyak 138.090 debitur. Sebesar 51,0% dari nilai tersebut atau Rp 5,4 triliun telah disalurkan kepada sektor produksi, yakni pertanian, perikanan, industri pengolahan dan jasa produksi.

"Hingga akhir tahun, Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 11%-12%. Untuk mencapai hal tersebut perseroan memperkuat pendanaan untuk menjaga kesehatan likuiditas perusahaan," jelas dia.


Sementara itu untuk dana pihak ketiga (bank only) tercatat Rp 843,2 triliun tumbuh 6,8%. Didorong oleh pertumbuhan tabungan bank only secara rata-rata 5,1% yoy dengan ending balance konsolidasi mencapai Rp 342,6 triliun, Giro konsolidasi tumbuh 7,2% yoy mencapai Rp 200,2 triliun, dan pertumbuhan Deposito bank only secara rata-rata 15,1% yoy dengan ending balance konsolidasi mencapai Rp 300,4 triliun.

Hery menjelaskan pertumbuhan kredit ini juga diiringi dengan perbaikan kualitas kredit. Non performing loan (NPL) tercatat 2,59% turun 54 bps dibandingkan tahun lalu.

Simak Video "Saldo Nasabah Mendadak Berubah, Bank Mandiri: Ada Eror di Sistem"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com