BI Buka-bukaan Alasan 8 Bulan Tahan Bunga Acuan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 20 Jul 2019 09:05 WIB
4.

Dorong Ekspor

BI Buka-bukaan Alasan 8 Bulan Tahan Bunga Acuan
Foto: Danang Sugianto

Deputi Gubernur BI Doddy Budi Waluyo menjelaskan dengan turunnya bunga acuan ini maka dapat berdampak ke ekspor impor Indonesia. Hal ini karena biaya untuk pinjaman perusahaan ekspor impor ke bank menjadi lebih murah dari biasanya.

"Dengan ini bisa diasumsikan permintaan kredit akan meningkat dan harus dijaga, lalu ekspektasi konsumen terhadap kredit juga masih baik," kata Doddy dalam pelatihan wartawan di hotel Adimulia, Medan, Jumat (19/7/2019).

Dengan hal ini diharapkan investasi ke dalam negeri juga bisa terus meningkat dan mendorong perekonomian.

"Kegiatan investasi bisa jalan, tapi kendalanya adalah saat produksi bergerak apakah ada permintaannya?" ujar Doddy.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menjelaskan, penurunan suku bunga acuan BI biasanya akan direspons bank dengan menurunkan suku bunga deposito.

"Suku bunga diturunkan tentunya akan mempengaruhi suku bunga pasar uang antar bank, dan yang tentunya akan direspon penurunan suku bunga deposito, karena suku bunga tabungan dan giro biasanya langsung menyesuaikan per hari ini," jelasnya.

Menurutnya, paling tidak penyesuaian suku bunga deposito membutuhkan waktu sekitar sebulan. Dia juga mengatakan, pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta bank untuk terlebih dahulu memberikan pemberitahuan sebelum menyesuaikan suku bunga deposito.

"Suku bunga deposito mungkin ada sebulan karena OJK menyebutkan bahkan perlu memberikan informasi terlebih dulu sebelum melakukan penyesuaian suku bunga deposito. Baru kita lihat sebulan, best practice sebulan penurunan suku bunga acuan, cenderung turun," ujarnya.

Selanjutnya, baru diikuti oleh penurunan suku bunga kredit. Namun, penurunan suku bunga kredit tergantung dengan likuiditas dan risiko kredit bank. Dua faktor tersebut juga menentukan besar kecilnya penurunan suku bunga kredit.



(kil/ara)