Bos BCA Harapkan Bunga Acuan Turun Lagi

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 24 Jul 2019 18:48 WIB
Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75% dari sebelumnya 6%.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menjelaskan penurunan bunga ini memberikan angin segar untuk perbankan.

"Kita gembira BI sudah menurunkan bunga 0,25% pada bulan Juli, tapi memang bunga deposito kita sudah diturunkan 0,25% sejak 1 Juli. Kita harap Fed juga menurunkan bunga dan ke depannya diharapkan bunga bisa turun lagi," kata Jahja dalam konferensi pers di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Jahja mengungkapkan, saat ini memang tantangan di perbankan adalah soal penyaluran kredit. Karena itu perseroan sangat berhati-hati dalam menyalurkan kredit.

"Ini harus hati-hati melepas kredit harus optimal juga karena likuiditas ketat. Dengan LDR industri 96% ya pas, kredit growth pas pasan. Kalau agresif tapi sumber dananya kecil ya susah," jelas dia.

Jahja mengungkapkan memang masalah likuiditas harus diperhatikan. Apalagi banyak bank yang sudah berkomitmen untuk kredit infrastruktur.

Sedangkan untuk dana pihak ketiga (DPK) di industri secara year to date hampir tidak ada pertumbuhan alias flat yakni 0,7%. "Jadi ini menggambarkan betapa ketatnya likuiditas di pasar kalau kredit terus digenjot. Ya seharusnya santai saja, kredit sesuai permintaan pasar disalurkan secara prudent yang bagus dan prospektif, nggak usah digenjot genjot," imbuh dia.


Untuk penyaluran kredit tercatat Rp 565,2 triliun tumbuh 11,5%. Dengan komposisi kredit korporasi Rp 219,1 triliun, kredit komersial dan UKM Rp 189,2 triliun.

Sementara itu untuk kredit konsumer Rp 152 triliun. Pada portofolio kredit konsumer kredit beragun properti Rp 90,7 triliun. Sedangkan untuk kendaraan bermotor Rp 48,2 triliun dipengaruhi oleh penurunan pembiayaan kendaraan roda dua. "Untuk saldo outstanding kartu kredit Rp 13,1 triliun tumbuh 6%, dan pembiayaan syariah Rp 4,9 triliun tumbuh 4,3%," kata dia.

Perolehan dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp 673,9 triliun tumbuh 8,6%. Dengan komposisi current account saving account (CASA) Rp 510,4 triliun tumbuh 5,95% dibanding tahun sebelumnya. Kemudian deposito Rp 163,5 triliun.

Rasio kecukupan modal BCA tercatat 23,6% dan loan to deposit ratio (LDR) 79%. "BCA menerapkan prinsip kehati-hatian dan berinovasi untuk perubahan perilaku nasabah dan pertumbuhan e-commerce," jelas dia.




Bos BCA Harapkan Bunga Acuan Turun Lagi


Simak Video "BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia Jadi 5% di 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)