Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 26 Jul 2019 15:41 WIB

Penyaluran Kredit Tumbuh 18%, BTN Cetak Laba Rp 1,3 T

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Bank BTN (Sylke Febrina Laucereno/detikFinance) Foto: Bank BTN (Sylke Febrina Laucereno/detikFinance)
Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) pada periode semester I 2019 mencatatkan laba bersih Rp 1,3 triliun. Direktur Utama BTN, Maryono menjelaskan kinerja ini berhasil dicatatkan perusahaan di tengah ketatnya tantangan bisnis yang dihadapi perusahaan.

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah suku bunga acuan yang masih tinggi sepanjang semester I hingga menyebabkan biaya dana bunga di perseroan meningkat.

"Ini pengaruh ke ke bisnis, tapi masih tetap sustain dan masih ada dampak ke likuiditas dan profitabilitas," kata Maryono dalam konferensi pers di Menara BTN, Jakarta, Jumat (26/7/2019).


Dia menjelaskan biaya dana ini juga menyebabkan net interest income (NII) BTN mengalamai penurunan.

"Karena di awal ada 5 kali bunga acuan naik dan dipertahankan. Tapi kita tidak menaikkan bunga kredit, sehingga pendapatan bunga kita tetap (tak bertambah)," jelas dia.

Maryono menambahkan nilai laba bersih tersebut telah mencapai 50% dari target pada akhir 2019 senilai Rp 2,6 triliun.

Maryono meyakini, pada akhir tahun nanti, perseroan akan mencapai target laba bersih yang telah dibidik.

"Kinerja kami pada semester pertama ini on track. Nanti pada semester dua, kami akan menerbitkan junior global bond sebagai amunisi untuk memacu bisnis di tahun depan," ujar dia.

Adapun, dengan penerbitan global bond tersebut, beserta berbagai tambahan wholesale funding lainnya, Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank BTN diproyeksikan berada di level 19,1% pada Desember 2019. Dengan permodalan tersebut, Bank BTN bersiap memacu kredit pada tahun depan.

Penyaluran kredit BTN semester I tercatat Rp 251,04 triliun tumbuh 18,78% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 211,35 triliun. Dengan komposisi kredit perumahan Rp 173,61 triliun tumbuh 19,72% year on year.

Kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi sebesar Rp 90,75 triliun naik 27,55%. KPR Non-subsidi Bank BTN pun tercatat naik sebesar Rp74,39 triliun naik 13,08%per Juni 2019.

Rekam jejak kinerja KPR tersebut sukses membuat Bank BTN tetap menjadi pemimpin pasar dengan pangsa KPR sebesar 39,56% per Maret 2019.

Di lini KPR Subsidi, perseroan juga mendominasi kue pasar sebesar 92,43% per Maret 2019.

Di lini bisnis komersial, Bank BTN juga mencatatkan peningkatan kredit sebesar 17,7% yoy dari Rp38,03 triliun menjadi Rp44,77 triliun per Juni 2019. Peningkatan ini disumbang kenaikan kredit investasi yang melesat sebesar 88,99% yoy menjadi Rp7,28 triliun pada semester I/2019.


Keseluruhan laju kenaikan kredit bank spesialis kredit perumahan ini menyumbang pendapatan bunga perseroan naik di level 19,81% yoy dari Rp10,66 triliun pada semester I/2019 menjadi Rp12,78 triliun. Dengan perolehan tersebut, pendapatan bunga bersih Bank BTN per semester I/2019 menjadi senilai Rp4,71 triliun.

Dana pihak ketiga (DPK) BTN tercatat Rp 234,89 triliun naik 15,89%. Aset perseroan tercatat Rp 312,47 triliun naik 16,58% dari sebelumnya Rp 268,04 triliun.

Simak Video "Berapa Harga Baru Rumah Bersubsidi Bebas PPN?"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed